Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK pandemi covid-19 melanda, platform e-commerce menjadi andalan para penjual dan pengusaha industri rumahan. Namun tidak semua platform memberikan peluang bagi UMKM untuk bisa menembus pasar ekspor. Pengusaha industri rumahan bernama GaleryFashion123, Natalia Dewi Puspita, di Solo menjadi salah satu pelaku usaha yang berhasil mendulang peluang di pasar ekspor.
"Awal 2021, usaha yang saya bangun hampir gulung tikar. Saya tahu bahwa berjualan harus merambah ke ranah digital, tetapi memang belum tahu caranya. Terus dengar Shopee buka kampus buat UMKM di Solo dan tertarik ikutan," jelas Natalia saat dihubungi.
Dalam pelatihan selama 2 bulan, dia mempelajari cara meningkatkan performa toko dan cara mengoptimalkan fitur-fitur promosi. Natalia berhasil menjaga keberlangsungan bisnisnya dengan fokus berjualan di Shopee dan bantuan kampus UMKM Shopee. Hasilnya, omzet penjualan dari usaha fashion wanita itu naik hingga 49%.
Baca juga: Pemprov Sultra Mulai Antisipasi El Nino dan Kekeringan
"Saya praktikkan semua ilmu yang saya pelajari. Dan ya alhamdulillah omzetnya berhasil naik dan bisnis saya juga bertahan," tambahnya. Total pegawai yang justru mendapat pekerjaan di tengah pandemi pada 2021 mencapai 77 orang.
Tidak hanya berhenti di situ, Natalia yang mengekspor produk buatannya ke Singapura dan Malaysia. "Waktu tahu produk saya ada yang beli di luar negeri rasanya senang banget. Enggak menyangka produk buatan Solo juga ada yang tertarik beli di luar negeri. Waktu itu yang pertama dapat pesanan dari Singapura," jelas Natalia.
Baca juga: Kota Malang Siapkan Peta Jalan Pariwisata Masa Depan
Shopee yang merupakan satu-satunya cross border commerce yang menghasilkan peluang bagi UMKM untuk bisa menembus pasar ekspor mulai melalui program Ekspor Shopee. Program ekspor ini merupakan gebrakan besar bagi pelaku UMKM lokal dengan memanfaatkan mekanisme cross border commerce. Program ini memberikan kemudahan bagi pegiat UMKM lokal seperti Natalia untuk bisa mengekspor produknya ke mancanegara dengan mekanisme yang sangat mudah.
Berbeda dengan mekanisme ekspor konvensional yang harus memenuhi kuota tertentu, program ekspor Shopee memungkinkan UMKM mengekspor produknya dalam kuantitas yang kecil sekalipun. Harga rata-rata UMKM yang dieskpor melalui cross border commerce juga di bawah US$100.
Shopee juga menggelar Gerakan Ekspor UMKM Shopee Serentak 10 Kota. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya peluang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki program penguatan untuk UMKM agar bisa memanfaatkan fasilitas Kampus UMKM Shopee dan Kampus UMKM Shopee Ekspor yang tersebar di 10 kota di Indonesia. Dengan fasilitas ini, Shopee menargetkan 500 ribu UMKM Ekspor di 2030. (RO/Z-2)
UPAYA pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan, kali ini melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.
Pentingnya ruang belajar yang selaras dengan tantangan nyata di lapangan.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Kapasitas produksi pipa stainless steel maksimal bisa mencapai hingga 1.100 ton per tahun.
Airlangga Hartarto menegaskan Amerika Serikat penyumbang surplus perdagangan tertinggi, sekaligus salah satu destinasi ekspor terbesar Indonesia.
Pogram Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor atau UMKM BISA Ekspor besutan Kementerian Perdagangan menunjukkan hasil menggembirakan
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan forum investasi Indonesia-Tiongkok di Beijing menjadi momentum strategis untuk mendorong pelaku usaha nasional.
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
Indonesia bidik pasar Jepang untuk ekspor pelet EFB dan cangkang sawit. Dengan potensi setara 38.760 MW, biomassa sawit jadi andalan baru devisa negara di 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved