Jepang Pelajari Tata Kota Yogyakarta

AU/N-4
06/8/2016 03:11
Jepang Pelajari Tata Kota Yogyakarta
(ANTARA/Noveradika)

PROFESOR Yuhei Takahashi, akademisi dari Universitas Nagoya, Jepang, beserta sejumlah mahasiswanya mendatangi Kota Yogyakarta untuk mempelajari tata kota dan kebijakan lingkungannya.

Menurut Takahashi, mahasiswanya ingin mengetahui bagaimana warga Kota Yogyakarta hidup berdampingan dengan alam, termasuk bagaimana mengantisipasi bahaya Gunung Merapi serta cara masyarakat merawat reruntuhan bangunan bersejarah.

"Mereka juga ingin tahu kebijakan dan manajemen pemerintah berkaitan dengan perencanaan kota dan kebijakan lingkungan," katanya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Suyono menjelaskan, saat ini jumlah penduduk Kota Yogyakarta tercatat 410.569 jiwa.

Diperkirakan, sampah yang dihasilkan per hari 250 ton.

"Jumlah sampah yang diangkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA) 180 ton per hari, sedangkan tingkat pelayanan yang diberikan BLH hanya sekitar 85%," ungkapnya.

Dengan kondisi seperti itu, Kepala BLH berharap masyarakat mengelola sampah sendiri.

TPA Piyungan yang ada sekarang merupakan lahan yang disewakan. Biaya operasionalnya mencapai Rp2 miliar per tahun.

Selain itu, wilayah Kota Yogyakarta yang sangat sempit, hanya 32 km2, membuat masalah parkir dan kemacetan menjadi hal serius.

Pemkot lalu mengatasinya dengan membuka kantong-kantong parkir.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya