Pulau Jawa Dikepung Gelombang Tinggi

Ardi Teristi
05/8/2016 09:45
Pulau Jawa Dikepung Gelombang Tinggi
(ANTARA/Nyoman Budhiana)

PULAU Jawa dalam beberapa hari ke depan diperkirakan dikelilingi laut dengan tinggi gelombang yang mengganas. Itu seperti terjadi di laut di selatan Pulau Jawa. Diungkapkan Koordinator Operasional Pos Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta Joko Budiono, nelayan harus mewaspadai tinggi gelombang.

"Tinggi gelombang bisa mencapai 3,5 meter, sedangkan gelombang kategori rendah adalah 1-2 meter," kata dia.

Prakirawan BMKG Maritim Perak Surabaya Fajar Setiawan yang ditemui di Surabaya menganalisis wilayah utara Pulau Jawa, khususnya Laut Jawa, dilanda cuaca ekstrem.

Dalam tiga hari ke depan, menurut Fajar, tinggi gelombang di lautan yang berada di antara Pulau Kalimantan, Jawa, Sumatra, dan Sulawesi itu juga bisa mencapai 3,5 meter.

"Bagi warga yang melakukan kegiatan pelayaran menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan, diimbau untuk tetap waspada karena gelombang di Laut Jawa mencapai 3 hingga 3,5 meter," kata Fajar.

Di Cilacap, Jawa Tengah, kapal Pisang VI yang berbobot 18 gross tonnage (GT) hilang kontak sejak 28 Juli. Kapal itu ditumpangi 11 anak buah kapal (ABK) asal Pemalang, Jawa Tengah.

Kapal tersebut berangkat mencari ikan di Samudra Hindia atau perairan di selatan Pulau Jawa. "Kami diberi tahu pada Rabu (3/8) malam mengenai hilang kontak tersebut," kata Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono.

Ke-11 ABK yang menumpang kapal tersebut merupakan warga Pemalang. Mereka ialah Bayu, Danang, Teguh, Fresmo, Aris, Arisman, Agus, Eko, Kunto, Latip, dan Karjo.

Sementara itu, sebuah kapal ditemukan terapung dengan posisi terbalik di perairan Batu Payung, Batu Karas, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (3/8) sekitar pukul 08.00 WIB.

Satpolair dari Polres Ciamis dengan dibantu TNI-AL masih menyelidiki identitas kapal tersebut. "Belum ditemukan awak kapal di lokasi itu. Pencarian masih dilakukan terutama penyisiran di sekitar Pantai Pangandaran," kata Komandan Kapal Patroli dari Satpolair Polres Ciamis Brigadir Sutikno.

Sutikno mengatakan anggota Polair Pangandaran mendapatkan informasi dari nelayan mengenai kapal berukuran sekitar 6 GT sampai 10 GT terbalik dan terombang-ambing oleh ombak dengan jarak 7-8 mil dari pesisir pantai.

Rob di Sikka
Puluhan rumah penduduk pesisir pantai Desa Watutedang, Kecamatan Lela, Sikka, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan rusak berat akibat diterjang rob. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka Bakri Kari mengatakan, sekitar 70 warga yang rumah mereka diterjang rob telah mengungsi ke lokasi yang aman. "Tujuh rumah rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan," kata Bakri.(FL/TS/LD/AD/PO/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya