Pedagang Jakarta Mulai Berburu Sapi, Harga Bergerak Naik

Widjajadi
04/8/2016 13:33
Pedagang Jakarta Mulai Berburu Sapi, Harga Bergerak Naik
(MI/Widjajadi)

HARI Raya Idul Adha masih satu bulan lebih, namun geliat harga sapi lokal sudah terasa. Ketua Asosiasi Peternak Sapi Indonesia (Aspin) Boyolali Suparno mengatakan sudah ada pergerakan harga sapi karena mulai diburu pedagang dari Jakarta dan Jabar, dengan kisaran kenaikan Rp1 juta hingga Rp2 juta.

"Di Boyolali, kenaikan harga sapi sudah terasa. Naik Rp1 juta - Rp2 juta," terang Suparno, Rabu (3/8).

Pergerakan harga sapi untuk hewan kurban tidak hanya terjadi di Boyolali, tetapi juga terjadi di Kabupaten Wonogiri yang selama ini menjadi kawasan sentra sapi terbesar ketiga di Jawa Tengah.

Kenaikan harga sapi mencapai 15% dari hari biasa. Saat ini, sapi unggulan seperti simetal, limousin, atau peranakan ongole (PO) harganya bahkan sudah melesat hingga Rp35 juta. Sedang sapi lokal yang biasanya hanya Rp15 - Rp16 juta telah bergerak hingga mencapai Rp17 juta - Rp18 juta.

Harto, seorang blantik sapi di Ngadirojo, Wonogiri mengatakan untuk kepentingan sapi korban, sudah banyak pedagang atau pengepul dari Jakarta mendatangi dirinya, untuk memberikan uang muka dan menitipkan sapi untuk kemudian diambil menjelang perayaan Idul Adha.

"Banyak yang sudah datang, dan harga tinggi bukan masalah untuk para pedagang dari Jakarta. Kemarin, ada yang pesan 30 ekor dan langsung memberikan uang muka, untuk kemudian menitipkan dan mengambilnya saat Idul Adha sudah dekat," ungkap Harto.

Keberadaan sapi pedaging dari dua wilayah itu dan juga Blora yang merupakan sentra sapi terbesar di Jateng selalu menjadi incaran dan aksi borong pedagang dari kota besar, terutama dari Jakarta dan Jawa Barat.

"Apalagi dari segi transportasi sangat mudah dan lancar,ketimbang mencari di Nusa Tenggara," imbuh sejumlah blantik sapi di Pasar Sapi Ngadirojo.

Para anggota Aspin Boyolali berharap harga bagus ternak sapi untuk Idul Adha mampu memupus kegalauan mereka yang selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri tidak sempat menikmati keuntungan karena terganggu gelontoran daging beku impor di kota besar, terutama Jakarta.

"Kami meyakini, harga sapi untuk Idul Adha akan bagus. Kebijakan importasi jeroan sapi, kami yakini tidak akan berdampak. Apalagi jika melihat banyak pedagang di pasar tradisional, menolak jeroan impor," ujar Suparno. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya