Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Amran Sulaiman meminta Bulog menyetop masuknya beras dari luar ke wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Masuknya beras dari luar merugikan petani dan menyebabkan terjadinya inflasi. Selain itu, pemerintah memfokuskan peningkatan produksi dengan memanfaatkan lahan rawa dan lebak di Kalimantan.
"Selama ini ada yang keliru dalam kebijakan raskin pemerintah di Kalsel. Beras mayoritas didatangkan dari Jawa dan Sulawesi, tetapi Kalsel juga mengirim beras untuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara," ujar Amran di sela-sela koordinasi upaya khusus padi, jagung, dan kedelai Kalsel di aula Markas Korem 101 Antasari Banjarmasin, kemarin (Rabu, 3/8).
Ongkos mendatangkan beras dari luar Kalsel menggunakan uang rakyat menjadi penyebab inflasi. Padahal Kalsel merupakan provinsi penyangga pangan nasional dan mengalami surplus produksi beras cukup besar, yakni 650 ribu-700 ribu ton.
Namun, Bulog Divre IV Kalsel mendatangkan beras dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur untuk memenuhi pasokan beras raskin sebesar 29 ribu ton per tahun. Dia menambahkan kebijakan penghentian masuknya beras dari luar ke Kalsel efektif diberlakukan pada 2017.
Produksi turun
Dampak kemarau basah memengaruhi kualitas produksi gabah dan produktivitas hasil panen petani. Seperti di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, iklim kemarau basah menurun-kan hasil produksi.
"Luas tanam yang kita miliki bertambah. Akan tetapi, hujan terus sehingga kadar air pada gabah jadi lebih tinggi. Ini mungkin berpengaruh pada harga gabah nantinya. Jika tanamnya Juli, hasil panen baru terlihat pada Oktober mendatang," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Temanggung, Harnani Imtikhandari.
Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, para petani mulai menanam palawija di lahan 1.000 ha yang berada di 10 kecamatan yang mencakup 69 kelurahan. Mereka tidak berani menanam padi karena takut gagal panen di musim kemarau basah ini.
Pada bagian lain, puluhan ribu petani di 17 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menanam ubi ungu sebagai solusi mengatasi krisis pangan yang terjadi setiap tahun. Selama ini daerah rawan pangan ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kupang, Timor Tengah Utara, dan Flores Timur.
Benih ubi ungu disalurkan anggota Dewan Perwakilan Daerah asal NTT, Ibrahim Agustinus Medah, sejak awal 2016. Sampai Agustus ini sedikitnya 500 ribu benih ubi ungu sudah diserahkan kepada petani.(DY/TS/AD/PO/UL/YH/MY/LD/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved