Bisnis Tembakau Bisa Picu Konflik di Temanggung

Tosiani
03/8/2016 19:57
Bisnis Tembakau Bisa Picu Konflik di Temanggung
(ANTARA FOTO/HO/Zulhami)

POTENSI konflik antaretnis dan agama di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah bisa muncul atau dipicu bisnis tembakau yang kebanyakan dikuasai etnis tertentu seperti Tionghoa.

Untuk meminimalisir potensi konflik ini, Forum Komunikasi AntarUmat Beragama (FKUB) di daerah itu berinisiatif untuk mengumpulkan sekitar 100 orang warga Tionghoa di dua kecamatan yakni Parakan dan Temanggung.

Demikian dinyatakan Sekretaris FKUB Kabupaten Temanggung, Djundardo, Rabu (3/8), dalam pertemuan antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan FKUB di Rumah Dinas Bupati Temanggung. Pertemuan itu untuk mengantisipasi potensi kerusuhan antaretnis dan agama seperti di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

"Perdagangan tembakau kita banyak dikuasai etnis tertentu, sehingga bisa memicu konflik yang merembet ke masalah etnis dan agama. Ini potensi konflik yang besar sehingga harus diantisipasi," kata Djundardo.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi konflik tersebut adalah melakukan pertemuan dengan 100 orang etnis Tionghoa dari Kecamatan Parakan dan Temanggung sebelum peringatan 17 Agustus mendatang. Dalam pertemuan itu akan disampaikan perihal kerukunan, kebersamaan dan bagaimana harus bersikap untuk menghindari konflik antaragama.

Kapolres Temanggung, Ajun Komisaris Besar Wahyu Wim Hardjanto, menyarankan agar FKUB turun langsung ke desa-desa untuk melakukan pembinaan pada masyarakat soal kerukunan umat beragama. "Untuk skala prioritas pilih desa atau tempat yang masyarakatnya perlu
pembinaan," ujar Kapolres.

Bupati Temanggung, Bambang Sukarno mengatakan pihaknya akan memberi dukungan penuh untuk terciptanya kerukunan antar etnis dan umat beragama di Temanggung. Untuk itu Pemda akan menambah anggaran untuk FKUB. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya