GEMPA berkekuatan 4,7 Skala Richter mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, pukul 13.35 WIB, kemarin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang menyebutkan gempa terjadi di koordinat 1,81 Lintang Selatan (LS) dan 100,00 Bujur Timur (BT).
Lokasi tepatnya berada di 56 km timur laut Kepulauan Mentawai. "Kedalamannya 24 km," ujar Kepala Seksi Informasi dan Data BMKG Padang Panjang, Buha. Gempa dirasakan di Kota Padang dan Painan dengan MMI II.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Sumatra Barat Ade Edward mengatakan gempa terjadi di antara Sipora Mentawai dan Padang. Persis di kawasan Seismic Gap Megathrust Siberut.
Megathrust merupakan sebuah potensi gempa besar dengan kekuatan 9 SR yang sedang berproses di perairan Siberut. Kekuatan gempa diperkirakan para ahli melebihi gempa di Aceh pada 2004.
"Segmen Megathrust Siberut yang saat ini masih sebagai zona terkunci dikenal dengan istilah seismic gap zone yang masih menyimpan gempa berkekuatan besar," ujar Ade. Sebelumnya, gempa bumi beruntun mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai pada akhir bulan lalu. Gempa berkekuatan 3.6 SR hingga 4.6 SR itu terjadi di area Megathrust yang dirisaukan selama ini.
Pemerhati gempa dari Universitas Andalas Badrul Mustafa Kemal mengatakan gempa terjadi persis di daerah Megathrust. "Tetapi ini di segmen yang periode ulangnya sudah berakhir dengan adanya gempa dan tsunami pada 25 Oktober 2010 yang lalu," ujarnya.
Ade Edward mengatakan energi yang dikeluarkan gempa kemarin semakim melemahkan kuncian dari Megathrust di patahan Siberut. Menurut Ade, gempa-gempa kecil dapat mempercepat berkurangnya kuncian dan memicu datangnya gempa besar.
"Sisi selatan timur utara kunciannya makin kecil. Kuncian makin bertumpu ke Megathrust Siberut. Pertanyaannya sampai kapan kuncian Siberut bisa bertahan?" imbuh Ade.
Ade menjelaskan, tekanan Siberut berasal dari lempeng India-Australia yang bangkit dari pemekaran pematang tengah samudra (MOR/mid oceanic ridge) di selatan Samudra Hindia. "Itu kekuatannya tetap 57 mm/tahun," jelasnya.
Hal itu jelas menebalkan kekhawatiran terhadap keaktifan segmen Siberut terutama di titik Megathrust.
Peneliti kegempaan dari Indonesia, Amerika Serikat, dan Singapura beberapa waktu lalu melakukan penelitian di areal tersebut selama 22 hari. Hasilnya, mereka menemukan titik megathrust yang terus berproses melepas energi.
Aktivitas Raung Di bagian lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat laporan aktivitas tremor Gunung Raung yang memiliki ketinggian 3.332 meter dari permukaan laut kembali meningkat, kemarin.
"Tercatat aktivitas tremor kembali meningkat dengan amplitudo 28 milimeter pada 6 jam terakhir," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo di Jember.
Heru menjelaskan, aktivitas tremor gunung yang berada di perbatasan Jember, Bondowoso, dan Situbondo itu sempat menurun selama tiga hari, yakni pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2015. (Ant/KH/N-2)