Kekeringan masih Terkendali

MI/ANASTASIA ARVIRIANTY
03/8/2015 00:00
Kekeringan masih Terkendali
(ANTARA/ASEP FATHULRAHMAN)
MESKI kekeringan melanda sejumlah provinsi, pemerintah meyakinkan hal itu kecil kemungkinan berpengaruh pada perekonomian. Pasalnya, sejumlah antisipasi telah disiapkan.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring mengatakan, di samping menyediakan anggaran khusus sebesar Rp2 triliun untuk membuat embung, pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga sudah melakukan perbaikan jaringan irigasi, mengadakan advokasi, dan juga inovasi.

"Kami mengimbau petani agar tidak memaksakan diri menanam di tempat yang tidak mungkin air. Selain itu, sebesar 2,6 juta ha lahan pertanian yang rusak juga sudah diperbaiki," kata Hasil akhir pekan lalu.

Hasil mengaku memang kekeringan yang dibarengi oleh El Nino ini membuat petani gagal panen. Namun, jumlahnya berkurang banyak dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman pun memaparkan, tahun lalu produksi padi banyak mengalami gangguan seperti adanya kekeringan, gangguan dari organisme penganggu tanaman (OPT), dan lahan yang terendam banjir.

"Akibat masalah-masalah tersebut, sektor pertanian kehilangan lahan seluas 159 ribu ha untuk periode Oktober 2013 hingga Juli 2014. Namun pada periode Oktober 2014 hingga Juli 2015, menurun drastis, yaitu hanya 52 ribu ha," papar Amran, Sabtu (1/8).

Karena itu, dia pun menegaskan tidak perlu resah terhadap kekeringan dan pengaruhnya pada perekonomian negara. Namun, harus tetap waspada dan hati-hati dalam menyiapkan hal-hal yang tidak terduga.

102 kabupaten

Guna mengatasi kekeringan yang dibarengi dengan El Nino di 102 kabupaten di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan anggaran sebesar Rp75 miliar yang dialokasikan untuk membantu BPBD dalam penanganan darurat.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Sabtu (1/8). Sutopo menjelaskan, sebagian besar dana itu kelak digunakan membantu BPBD dalam penanganan darurat, yakni distribusi air bersih dengan tangki air, perbaikan pipa, dan pembangunan bak-bak penampungan air.

"Saat ini kekeringan melanda 16 provinsi meliputi 102 kab/kota dan 721 kecamatan di Indonesia hingga akhir Juli 2015. Sebanyak 111 ribu hektare lahan pertanian juga kekeringan. Diperkirakan kekeringan meluas," papar Sutopo.

Sebanyak 16 provinsi dilaporkan kekeringan, yakni Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bengkulu, Papua, NTB, NTT, Sumsel, Sulsel, Lampung, Riau, Kalsel, Kalteng, dan Bali. Kekeringan paling banyak terjadi di Jateng, Lampung, Jabar, Jatim, Sumsel, dan NTB.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Mudjiadi mengatakan saat ini dua waduk mengalami kekeringan, yaitu Wadas Lintang dan Sempor. Lima waduk defisit debit air, yaitu Waduk Keuliling, Batu Tegi, Saguling, Wonogiri, dan Bening. "Sembilan waduk utama dalam kondisi normal, termasuk Jatiluhur, Cirata, Sermo, dan Sutami."

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan untuk mengantisipasi persoalan kekeringan pada 2015 pihaknya akan mempercepat pembangunan 13 bendungan di 10 provinsi. (Tim/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya