Alor Kembali Gelar Promosi Potensi Daerah

Palce Amalo
03/8/2016 12:26
Alor Kembali Gelar Promosi Potensi Daerah
(Bupati Alor Amon Djobo -- nttsatu.com)

PEMERINTAH Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menggelar pekan promosi potensi daerah yang berlangsung pada 9-16 Agustus 2016.

Promosi potensi daerah ke-10 itu akan menampilkan berbagai potensi unggulan daerah mulai dari produk unggulan pertanian, kerajinan rakyat, perkebunan, pariwisata, dan budaya.

Event itu digelar bertepatan dengan kedatangan ratusan wisatawan asing yang tergabung dalam Sail Indonesia 2016 yang tengah berlayar dari Kupang ke Alor.

Bupati Alor Amon Djobo mengatakan promosi potensi daerah memadukan empat event besar, yakni Festival Budaya Lamaholot, Alor Karnaval III, Sail Indonesia, dan Expo Alor ke-10. Masih ada lagi satu event lagi yakni Gerakan Membangun Perbatasan (Gerbangdutas), namun ditunda hingga 22-23 Agustus.

Kegiatan dengan tema 'Melestarikan, Mengkinikan, Menduniakan, Budaya dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Alor' bakal menampilkan penenun dari desa-desa di 17 kecamatan, sanggar dan kelompok budaya.

Para wakil seni dari desa-desa akan mempromosikan budaya mereka seperti pakaian kulit kayu yang masih dipertahankan masyarakat di daerah itu.

"Kami akan keluarkan seluruh potensi daerah untuk diperkenalkan ke publik, potensi sosial, ekonomi, budaya, dan pariwisata," kata Amon di Kupang, Rabu (3/8).

Menurut Amon, promosi potensi daerah menekankan soal daya saing dan potensi daerah. Banyak potensi daerah belum diketahui publik karena memang belum dipromosikan. Untuk potensi wisata, perairan Alor tercatat sebagai salah satu lokasi menyelam terbaik di Indonesia.

Daerah ini memiliki sekitar 26 titik menyelam terbaik kelas dunia antara lain bernama Shark Close. Di sini terdapat ikan hiu yang bersahabat dengan manusia, The Chatedral, School's Out, No Man's Land, dan Fault Line.

Di bidang budaya, Alor memiliki 42 bahasa daerah. 12 bahasa di antaranya memiliki logat atau dialek hampir yang hampir sama. Alor juga memiliki taman laut diapit 15 pulau besar dan kecil.

Hamparan pulau-pulau dengan pantai pasir berwarna putih yang eksotik memberi nilai tambah pada keindahan taman lautnya sekaligus menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan asing dan domestik

Menurutnya, transportasi Kupang-Alor lancar. Untuk transportasi udara, setiap hari rute ini dilayani lima penerbangan.

"Setiap penerbangan pasti di dalamnya ada wisatawan asing antara 5-6 orang," ujarnya.

Amon menyebutkan pada promosi budaya dan pariwisata 2015, total transaksi di arena expo mencapai Rp1,1 miliar. Angka itu belum termasuk transaksi di hotel dan rumah makan. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya