Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN cuaca buruk di perairan Indonesia terus berjatuhan. Kemarin (Selasa, 2/8), gelombang tinggi di Samudra Hindia yang mencapai 4-6 meter mengempaskan sebuah tongkang pengangkut batu bara.
Upaya mengevakuasi tongkang nahas itu dari Pantai Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, belum berhasil. Tongkang Pulau Tiga 338 yang mengangkut sekitar 10 ribu ton batu bara itu terlihat miring di tengah hantaman ombak.
"Tadi sudah ada upaya untuk menarik tongkang ke tengah, tetapi gagal karena talinya putus," kata Poniman, 45, pekerja yang membantu untuk mengevakuasi tongkang.
Sarno, 43, nelayan asal Tegalkamulyan, mengatakan tongkang Pulau Tiga 338 sedianya hendak memasok batu bara untuk PLTU Cilacap. Namun, karena diempas gelombang tinggi, tongkang terdampar di pantai. "Dalam beberapa hari ini, gelombang pantai selatan sangat tinggi," tambahnya.
Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengaku sudah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. "Kondisi saat ini sangat berbahaya bagi pengguna jasa kelautan, khususnya nelayan yang menggunakan kapal kecil."
Di pantai utara, nelayan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, juga sudah satu bulan tidak melaut karena cuaca buruk. Untuk bertahan hidup dan membiayai anak sekolah, mereka terpaksa mencari uang pinjaman. "Kami berutang banyak ke rentenir," aku Masif, 46.
Di Pantai Patimban ada sekitar 300 nelayan. Selama tidak melaut, mereka memanfaatkan waktu dengan memperbaiki jaring atau mesin perahu.
Gelombang tinggi juga menyebabkan banjir pasang air laut atau rob di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Perekonomian warga menjadi sangat terganggu.
"Rob beberapa bulan terakhir sangat luar biasa parahnya. Sejak April, rob datang hingga sekarang masih terjadi," papar Kepala Perikanan dan Kelautan Kecamatan Kandanghaur RM Mustawan.
Sebagian besar warga Eretan Wetan adalah nelayan. Warga juga membuat dendeng ikan untuk dijual ke Jakarta. Rob membuat mereka tidak bisa mengolah ikan segar menjadi dendeng karena lantai rumah warga terendam air laut.
Selain gangguan di perairan, warga Cilacap menderita kerugian hingga Rp1,3 miliar akibat banjir yang terjadi pekan lalu. Selain rumah, banjir merendam kolam ikan dan area pertanian.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy mengungkapkan banjir melanda Kecamatan Bantarsari, Kawunganten, dan Gandrungmangu.
"Kerugian sebesar Rp1,3 miliar terjadi karena sebagian dari 2.336 rumah warga yang terendam banjir mengalami kerusakan. Selain itu, ada kolam ikan dan 162 hektare area pertanian siap panen yang rusak," lanjutnya. (LD/RZ/UL/AD/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved