Peserta Berdatangan di Kupang

MI/Palce Amalo
03/8/2015 00:00
Peserta Berdatangan di Kupang
(MI/PALCE AMALO)
SEBANYAK 35 dari 43 perahu yang mengangkut peserta Sail Tomini di Sulawesi Tengah tiba secara tidak bersamaan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, sejak 29 Juli lalu. Setiap kapal mengangkut antara 2-4 orang yang bertolak dari Darwin, Australia, sejak 25 Juli 2015. Di Kupang, peserta diantar berkeliling ke berbagai objek wisata di daerah itu sebelum melanjutkan pelayaran.

Di antaranya berkunjung ke Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kupang, dan Timor Tengah Utara. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marius Jelamu mengatakan peserta sail akan menyinggahi sejumlah destinasi wisata di hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur selama 1 bulan sebelum melanjutkan pelayaran ke Sulawesi Tengah.

Dia mengatakan, Kupang menjadi pintu masuk peserta Sail Indonesia sejak sail pertama pada 2003. Pintu masuk lainnya melalui Saumlaki, Maluku. "Dari 36 kapal yang bertolak dari Darwin sejak 25 Juli, satu kapal langsung berlayar ke Tual dan 35 kapal lainnya berlayar ke Kupang," kata Dia. Sail Indonesia merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Di Kupang, peserta sail disambut pemerintah daerah. "Kedatangan peserta sail ini kesempatan baik bagi daerah untuk memperkenalkan semua aset wisata yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi daerah," ujarnya. Sail Indonesia bertujuan memperkenalkan destinasi wisata bahari dan

potensi pariwisata di daerah-daerah yang dikunjungi. Selain itu, Sail Indonesia bertujuan membangun satu lintasan layar internasional menuju arah barat. Wisata bahari terbesar di Asia itu digelar setiap tahun sejak 2003. Ketika itu hanya terpusat di Nusa Tenggara Timur. Kemudian pada 2009, penyelenggaraan sail di Nusa Tenggara Timur dialihkan ke Sail Bunaken. Akan tetapi, mulai 2010, peserta sail kembali menjadikan Kupang sebagai pintu masuk sebelum berlayar ke Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Sail Tomini akan digelar pada 19 September 2015 dipusatkan di Parigi Moutong. Di sisi lain, sebanyak 105 orang telah mendaftar untuk mengambil bagian dalam event tahunan Festival Adventure Indonesia (FAI) 2015 yang digelar Way2East Indonesia.

Tahun ini, event internasional tersebut digelar di Kabupaten Alor, NTT, mulai 15-20 September 2015 dan melibatkan peserta dari Indonesia serta luar negeri, seperti Singapura, Australia, dan Spanyol.

Festival Dieng

Di bagian lain, ribuan pengunjung yang datang dari berbagai kota menghadiri pagelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2015 yang dihelat sejak  Jumat (31/7) dan berakhir kemarin. Mereka menyaksikan beragam pagelaran yang dihadirkan, di antaranya pagelaran musik jaz, parade budaya tradisional, pelepasan balon udara, dan pemotongan rambut gimbal.

Salah seorang pengunjung asal Semarang, Desti, 23, mengungkapkan sangat tertarik dengan berbagai macam gelaran acara di DCF 2015. "Kalau hadir di sini, tidak hanya melihat keindahan alam dan candi-candi di Dataran Tinggi Dieng, tapi juga ada gelaran budaya," jelas Desti, kemarin.

Seluruh rangkaian DCF ditutup dengan ritual pemotongan rambut gimbal. Rambut gimbal anak-anak di kawasan Dieng dan sekitarnya dipotong dalam ritual yang digelar di Kompleks Candi Arjuna. Saat membuka DCF 2015, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan pihaknya enyiapkan dana Rp100 miliar untuk menghijaukan kembali Dieng.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya