KABUPATEN Tanah Bumbu dikenal sebagai daerah penghasil batu bara terbesar di Kalimantan Selatan. Namun, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, sejak beberapa tahun terakhir mulai mengalihkan programnya dengan mengandalkan sektor pertanian. "Kami sudah bertekad menjadikan Tanah Bumbu sebagai lumbung pangan di Kalimantan Selatan. Potensi pertanian di sini masih cukup terbuka untuk dikembangkan," tutur Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, di Banjarmasin, kemarin.
Saat ini, Pemkab Tanah Bumbu menggalakkan program strategis bidang pertanian, khususnya pengembangan potensi pertanian padi. Kebutuhan petani pun diutamakan, di antaranya peningkatan jalan usaha petani, sistem pengairan, peralatan hand traktor, penyaluran pupuk yang lancar, juga proses pemasaran produksi pertanian.
Selain itu, Pemkab Tanah Bumbu berharap pemerintah pusat dapat membantu pembangunan waduk guna mendukung pengembangan sektor pertanian, juga pasokan listrik masyarakat. "Dengan adanya waduk akan menjamin sistem pengairan pertanian yang baik sehingga produksi pertanian akan dapat ditingkatkan," tambahnya.
Luas lahan tanam padi di Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 24 ribu hektare, dengan tingkat produksi rata-rata mencapai 7,2 ton gabah per hektare. Produksi padinya mencapai sekitar 100.600 ton gabah kering giling. Jumlah ini masih sekitar 5% dari total produksi padi Kalsel sebesar 2,1 juta ton per tahun.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalsel Fathurrahman mengungkapkan kendala peningkatan hasil pertanian di wilayahnya ialah alih fungsi lahan, perubahan iklim global, banjir, dan kekeringan. Di wilayah lain, lahan pertanian tengah merana akibat kemarau.
Di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, aliran air dari Waduk Sempor dan Wadaslintang ke areal persawahan ditutup, akhir pekan lalu. Petani pun diminta tidak menanam padi. "Lebih baik menanam palawija setelah panen akhir Juli-awal Agustus," ungkap Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Kebumen Machasin. Di Lamongan, Jawa Timur, sebanyak 23 waduk dari total 44 waduk dan rawa sudah mengering. "Kapasitas yang tersisa tinggal 32,38%," papar Kabag Humas Pemkab Lamongan Sugeng Widodo.