Kekerasan Anak Di Sumsel Meningkat

Dwi Apriani
02/8/2016 21:48
Kekerasan Anak Di Sumsel Meningkat
(Ilustrasi seno)

KASUS kekerasan anak di Sumatra Selatan mencapai 39 kasus selama Januari-Juli 2016. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2013 tercatat ada 2 kasus, 2014 ada 9 kasus, dan 2015 ada 24 kasus.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatra Selatan, Susna Sudarti mengatakan, secara keseluruhan kekerasan pada perempuan dan anak di Sumatra Selatan mengalami peningkatan. Tercatat pada 2013 ada 883 kasus, 2014 ada 1.060 kasus, 2015 ada 1.037 kasus dan sekitar 500 kasus pada 2016 ini.

"Sebenarnya tahun ini lebih banyak kasus kekerasan pada anak dan perempuan, tapi belum keseluruhan ter-input data di kita. Masih banyak belum di laporkan kabupaten/kota di Sumatra Selatan," jelas dia, Selasa (2/8).

Susna menjelaskan, jumlah kekerasan anak dan perempuan sebenarnya bisa melebihi data yang ada di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatra Selatan. Sebab, masyarakat belum menyadari pentingnya pelaporan itu guna menjamin perlindungan kepada kaum perempuan dan anak.

Namun seiring waktu, kata dia, masyarakat mulai menyadari hal itu. Ia menuturkan, jenis kekerasan terhadap anak ada dua yakni fisik dan psikis. Kekerasan pada anak juga banyak terjadi karena permasalahan yang ada dalam keluarganya.

Contohnya karena adanya perceraian, perebutan hak asuh, ketidakharmonisan keluarga, hingga kurang perhatian kepada anak karena kesibukan orang tua. "Yang melakukan kekerasan pada anak, bukan hanya bisa dilakukan orang luar, namun juga banyak ditemukan orang terdekatlah yang lakukan kekerasan pada anak," jelasnya.

Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Sumatra Selatan, Akhmad Najib mengatakan pembinaan dan pemberdayaan terhadap terus dilakukan dengan berbagai upaya. Salah satunya, pencegahan perkawinan dini sebab anak akan menjadi pewaris dan masa depan bangsa.

"Perlu peran serta dan rasa kepedulian setiap individu agar anak terhindar dari kekerasan. Selain dukungan dari pemerintah baik dari tingkat paling bawah," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya