Gunungkidul Serius Hasilkan Singkong

(AU/N-4)
03/8/2016 03:00
Gunungkidul Serius Hasilkan Singkong
(ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

NIAT Kabupaten Gunungkidul untuk fokus meng­garap tanam­an ubi kayu atau singkong tidak main-main. Apalagi setelah mendapatkan bantuan dana Rp3,85 miliar dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, khusus untuk mendongkrak produktivitas singkong. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Gunungkidul Azman Latif mengutarakan bantuan dana akan diberikan dalam bentuk pupuk kepada petani singkong. “Dana sebesar Rp3,85 miliar dari Pemda DIY, kami hanya me­nyalurkan,” ujarnya, Selasa (2/8).

Namun, tidak semua petani mendapatkan bantuan pupuk. Dari total lahan produksi seluas 42 ribu hektare, hanya seluas 1.000 hektare yang mendapatkan bantuan intensifikasi ubi kayu. “Pupuk akan disalurkan ke petani paling lambat September 2016,” ujarnya lagi. Gunungkidul sebenarnya merupakan salah satu daerah penghasil ubi kayu, tetapi beberapa tahun terakhir mengalami penurunan produksi. Lewat pemberian pupuk, dalam hitungan kasar, produksi singkong Gunungkidul diperkirakan bisa mencapai 900 ribu ton per tahun. Azman berharap stimulan berupa pupuk ini mampu meningkatkan produksi singkong Gunungkidul dan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke luar daerah.

“Gunungkidul merupakan salah satu penyumbang terbesar bahan pangan di DIY, khususnya ubi kayu,” katanya. Kepala Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Gunungkidul I Ketut Santosa mengatakan ubi kayu merupakan bahan pengganti beras yang penting dalam menyukseskan keberhasilan diversifikasi pangan di Gunungkidul. Hingga saat ini, Indonesia rutin mengimpor singkong dari negara lain. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, selama periode Januari-April 2016 ini saja, nilai impor singkong Indonesia telah mencapai US$1,20 juta atau sekitar Rp15,84 miliar. (AU/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya