Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN organisme penganggu tanaman (OPT) saat musim kemarau basah membuat petani resah dan menunda sementara masa tanam ketiga tahun ini hingga akhir Agustus. Bahkan, di Jombang, Jawa Timur, petani terpaksa mendiamkan lahan sawahnya demi menekan risiko kerugian. Pemerintah pun mengimbau petani untuk segera mengasuransikan lahan sawah mereka lewat Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Perlindungan itu sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. “Petani bisa klaim ketika tanaman padi mereka gagal panen karena serangan hama,” cetus Sekretaris Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Ate Rahmat, Selasa (2/8).
Pada musim tanam pertama dan musim tanam kedua lalu, petani di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi gagal panen, antara lain karena serangan hama di musim tanam kedua. Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kecamatan Kecamatan Surade Sahlan menyebutkan jenis OPT yang saat ini diwaspadai petani padi ialah walang sangit (kungkang) dan blast (Pyricularia oryzae). Petani di Tuban, Jawa Timur, dibuat resah oleh hama tikus dan ulat sundep setelah rusaknya ratusan hektare padi meski hama sudah dibasmi dengan pestisida.
Serangan hama itu tersebar di Kecamatan Widang dan Plumpang. “Batang padi sebagian dimakan sundep selama sebulan ini,” keluh Warnoto, petani Desa Cangkring, Selasa (2/8). Petani di Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT, juga menelan pil pahit saat hama penggerek batang menyerang lahan sawah mereka musim tanam lalu. “Pestisida tidak guna karena hama ini ada di dalam batang,” ujar Domi Lampo, petani Waikomo. Di tengah maraknya keluhan petani akibat cuaca yang tak menentu, Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas, Jateng, dan Bulog Divre Sumselmasih optimistis target penyerapan gabah maupun beras tercapai. “Meski jumlahnya terbatas karena setiap harinya pemasukan hanya sekitar 200-300 ton. Berbeda kalau panen raya yang dapat mencapai 1.000 ton per hari,” ungkap Humas Bulog Banyumas M Priyono.(BB/FL/YK/PT/LD/DW/N-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved