MUSIM kemarau dan kelangkaan curah hujan membuat Subang, Jawa Barat, yang dikenal sebagai sentra produksi besar, gagal untuk memenuhi target nasional.
Pemerintah pusat menargetkan Subang dapat memproduksi beras sebanyak 1,6 juta ton tahun ini.
Target produksi beras Subang yang diharapkan pemerintah pusat tahun ini lebih besar daripada tahun lalu.
Tahun lalu, Subang hanya ditargetkan memenuhi produksi beras sebanyak 1,1 juta ton.
"Kami mendapat target 1,6 juta ton beras pada 2015. Namun, akibat adanya bencana kekeringan, terget tersebut akan terganggu," kata Bupati Subang, Ojang Sohandi, kemarin.
Kegagalan memenuhi target produksi beras tersebut disebabkan keterlambatan masa panen akibat adanya kemunduran masa tanam.
Kemunduran masa tanam padi dipicu kelangkaan air akibat kekeringan di sebagian wilayah Kabupaten Subang.
Luas area persawahan di wilayah Kabupaten Subang mencapai 80 ribu hektare.
Namun, saat ini, hanya sekitar 60% area yang baru ditanami padi karena kelangkaan air.
Ojang menambahkan, keterlambatan masa tanam disebabkan adanya gangguan distribusi air dari Waduk Jatiluhur, Purwakarta.
"Kami sudah meminta dilakukan normalisasi distribusi air ke Waduk Jatiluhur," jelasnya.
Kondisi serupa terjadi pula di wilayah Provinsi Bali.
Saat ini, tanaman padi di area persawahan dengan luas 350 dari 26 ribu hektare terancam gagal panen akibat kemarau panjang.
Area persawahan yang mengalami kekeringan berada di empat kabupaten, yakni Buleleng, Jembrana, Gianyar, dan Karangasem.
"Pantauan sampai Juli ini, sebanyak 350 hektare tanaman padi akan gagal panen. Namun, kami khawatir kekeringan akan meluas ke area persawahan lain," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Bali Ida Bagus Wisnu Wardana di Denpasar, Bali, kemarin.
Sekitar 184 hektare tanaman padi di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, juga terancam gagal panen atau puso.
Bahkan, sekitar 24 hektare tanaman padi telah dipasitkan gagal panen.
"Bencana kekeringan tahun ini lebih parah ketimbang tahun lalu," kata Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Harmanto.
Krisis air tidak hanya terjadi di area persawahan.
Sumber air milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara, juga mengalami kekeringan.
Kepala RSUD Padang Lawas Drg Milda Sikumbang mengatakan kelangkaan air telah mengakibatkan gangguan perawatan dan ketidaknyamanan pasien.
Untuk mengatasi hal itu, pihak RSUD meminta bantuan pemda setempat untuk memasok air.