Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI tomat di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengalami kerugian besar karena serangan hama dan penyakit yang terjadi dalam beberapa minggu ini. Harga tomat pun menurun drastis. Cuaca yang tidak menentu ialah pemicunya. "Hasil panen dan harga tomat menurun karena diserang penyakit," kata Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Wibowo Eko Putro, di Surabaya, Senin (1/8). Menurutnya, bila cuaca normal, petani bisa memperoleh 700 kg tomat dalam sekali panen. Namun, saat ini petani tomat hanya bisa mendapatkan 500 kg.
Selain itu, harga jual tomat juga menurun tajam. Apabila sebelumnya harga tomat Rp6.000 per kg, kini hanya Rp4.000 per kg. Dinas Pertanian Jatim telah turun tangan agar petani tidak mengalami kerugian yang lebih besar. "Bantuan untuk petani berupa pemberantasan hama. Kasihan petani tomat harus mengalami kerugian besar. Sampai sekarang masih dikalkulasi besaran hektare dan kerugian," kata Wibowo. Di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pemerintah kabupaten setempat akan membagikan bibit lada yang merupakan varitas ex-vitro dengan teknologi kultur jaringan yang dikembangkan Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka, Suhodo, mengatakan sebanyak 200 ribu bibit lada ex-vitro akan dibagikan kepada petani asalkan lahan yang akan ditanami memiliki ruas tanaman lima hingga tujuh. Bibit-bibit lada tersebut tahan penyakit kuning setelah banyak tanaman lada dilanda penyakit itu. Pembagian bibit lada kali ini sangat selektif sebab harga bibit lada tergolong mahal. Satu kantong plastik bibit lada dihargai Rp10 ribu.
Produksi merosot
Di bagian lain, petani Desa Talang Buai, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mengeluhkan hasil panen padi yang merosot hingga 50%. Hal itu terjadi akibat hama. Biasanya lahan seluas setengah hektare bisa memproduksi 60 karung padi dengan isi per karung 50 kg. Namun, pada panen kali ini hanya menghasilkan 30 karung padi. "Hasil panen merosot sampai 50%. Bahkan, sebagian kecil ada yang gagal panen," kata Maizuar, petani Desa Talang Buai. Penurunan produksi hasil panen ini disebabkan padi mulai terserang hama wereng sejak usia tanaman 21 hari. Serangan hama wereng menyebabkan banyak tanaman padi mati. Selain hama wereng, tanaman padi seluas 350 hektare yang diairi irigasi Sungai Kepahiang juga diserang hama tikus, penggerek batang, dan hama burung.
Sementara itu, di Bojonegoro, Jawa Timur, dinas pengairan setempat meminta Himpunan Petani Pemakai Air di sepanjang daerah irigasi Waduk Pancal untuk membuat surat pernyataan tidak menanam padi selama musim kemarau Agustus-Oktober. Para petani hanya boleh menanam palawija. Apabila tetap menanam padi dan gagal, mereka harus menanggungnya sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved