Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR 90% atau 42 kecamatan dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berdasarkan kajian kegeologian rawan bencana alam. Apalagi sebagian daerah di wilayah terluas se-Pulau Jawa dan Bali itu berada di sesar (patahan) Cimandiri dan sesar lainnya
"Allah memberikan keindahan bagi Sukabumi dengan berbagai potensi alamnya. Berbagai fenomena alam yang terjadi jutaan tahun lalu membentuk tekanan, lipatan, geseran, atau angkatan. Pengaruhnya, kondisi mineral maupun bahan tambang di Sukabumi cukup melimpah. Tapi potensi dan fenomena alam ini erat kaitannya dengan bencana. Ada risikonya. Secara kegeologian hampir 90% wilayah Sukabumi itu terancam dari sisi bencana," kata Kepala Bidang Air Tanah dan Geologi Lingkungan Dinas Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) Kabupaten Sukabumi, Agus Permana, Minggu (31/7).
Relatif tingginya potensi kerawanan bencana alam di Kabupaten Sukabumi, kata Agus, perlu diimbangi dengan pengaturan aspek tata ruang berbasis kegeologian dan berdasarkan peta kerawanan bencana alam. Misalnya saja pembangunan infrastuktur maupun permukiman penduduk.
"Harus sudah diarahkan ke sana (pengaturan tata ruang). Tapi itu kembali lagi ke masyarakatnya juga," jelas Agus.
Jika pembangunan wilayah tak bisa diimbangi dengan pengaturan aspek tata ruang berbasis kegeologian, lanjut Agus, maka sulit mengantisipasi kerusakan ketika terjadi bencana alam. Apalagi Sukabumi memiliki wilayah sesar Cimandiri terbentang dari Kecamatan Gegerbitung hingga ke Palabuhanratu dan perbatasan dengan Kabupaten Bandung. Patahannya melintasi sejumlah kecamatan seperti Nyalindung, Bantargadung, dan sejumlah wilayah lainnya.
"Wilayah yang berada di sesar Cimandiri itu tinggi kerawanan pergerakan tanahnya. Di Sukabumi tak hanya terdapat sesar Cimandiri, tapi juga ada sesar Walat dan sesar-sesar kecil lainnya. Tapi yang cukup besar pengaruhnya sesar Cimandiri dan sesar Walat. Terjadi satu pergerakan saja di sesar Cimandiri, maka pengaruhnya sangat kuat," ucap Agus.
Termasuk bencana pergerakan tanah di Desa Nagrakjaya dan Desa Cimenteng di Kecamatan Curugkembar. Meskipun relatif jauh jaraknya, tetapi kemungkinan bencana pergerakan tanah di wilayah itu dipengaruhi juga pergerakan di sesar Cimandiri.
"Jarak lokasi pergerakan tanah di Kecamatan Curugkembar itu sekitar 15 kilometer ke garis sesar Cimandiri. Tapi mungkin ada juga pengaruhnya," tambah Agus. (OL-2) BB
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved