Kerusuhan di Tanjung Balai Akumulasi Kesenjangan

Ardi Teristi
31/7/2016 15:25
Kerusuhan di Tanjung Balai Akumulasi Kesenjangan
(ANTARA/R. Rekotomo)

Kerusuhan yang terjadi di Tanjungbalai, Sumatra Utara, pada Sabtu (30/7) dini hari telah mengakibatkan banyak tempat ibadah yang dirusak. Ketua Umum PB NU, Said Aqil Siroj menilai peristiwa yang terjadi disebabkan akumulasi dari kesenjangan yang ada di sana.

"Sudah terjadi gap ekonomi, gap intelektual, dan gap sosial yang sangat lebar. Itu bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meladak," kata Agil Siradj saat menghadiri acara Halal Bi Halal Akbar NU Kota Yogyakarta, Sabtu (30/7) malam di Alun-Alun Sewandanan, Puro Pakualaman, Kota Yogyakarta.

Ia berharap kejadian tersebut tidak terjadi lagi dan masyarakatnya dapat hidup harmonis "Mudah-mudahan jangan terulang lagi,” kata dia. Menurut dia, tugas kita bersama untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan, amanat yang pertama diterima manusia adalah menjaga keharmonisan. Pada dasarnya, manusia pun menginginkan adanya keharmonisan. Yang mengganggu keharmoonisan adalah adanya kepentingan atau hawa nafsu. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya