Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur akan segera memberikan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia pada kecelakaan maut di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur Kampung/Desa Bangbayang Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (30/7). Masing-masing ahli waris korban meninggal dunia akan diberikan santunan sebesar Rp25 juta.
"Santunan untuk korban meninggal dunia yang akan diberikan kepada ahli warisnya sebesar Rp25 juta. Kita upayakan akan memberikan santunannya pada Senin (1/8) apabila data dari ahli waris atau semua persyaratan sudah terpenuhi. Lagipula hari ini bank tutup, jadi tidak memungkinkan," kata Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur, Abdul Rahman Damanik, Minggu (31/7).
Selain memberikan santunan bagi korban meninggal dunia, PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur juga akan memberikan santunan biaya perawatan bagi korban luka. Plafon nilai santunan biaya perawatan selama di rumah sakit maksimal Rp10 juta.
"Kita sudah membuat jaminan ke rumah sakit bagi korban yang mengalami luka. Jadi nanti pihak keluarga tak perlu membayar biaya selama di rumah sakit. Nanti kita yang membayarnya dengan nilai maksimal biaya perawatan Rp10 juta," terangnya.
Kecelakaan maut di lokasi merenggut 10 korban jiwa dan 8 korban luka berat dan ringan. Kecelakan dipicu truk engkel bernomor polisi B 9479 GDA yang dikemudikan Asep Suhandi, 35, kehilangan kendali diduga akibat rem tak berfungsi. Akibatnya, truk bermuatan plat seng yang melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur itu menyeruduk kendaraan lain dari arah berlawanan.
Di antaranya angkutan umum jurusan Warungkondang-Gekbrong bernomor polisi F 2989 YY dan sejumlah lima unit sepeda motor. Truk terhenti setelah menabrak bangunan yang dijadikan tempat berjualan air isi ulang, bengkel, warung, serta kios. Empat orang meninggal dunia di tempat kejadian dan enam lainnya meninggal saat dalam penanganan tim medis RSUD Cianjur.
"Tahun ini kejadian terbesar karena korban sangat banyak mencapai 10 orang," tambah Damanik.
Tiga tahun lalu, di lokasi kecelakaan maut itu pernah terjadi kecelakaan maut lainnya yang merenggut 16 korban jiwa dan 10 korban luka berat dan ringan. Karena itu, ruas jalan tersebut banyak yang menyebutnya sebagai jalur tengkorak. Kondisi jalan menurun di sekitar
lokasi kejadian hampir 2-3 kilometer dari arah Sukabumi menuju Cianjur, terkadang membuat pengendara memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Rata-rata, peristiwa kecelakan di lokasi tersebut diakibatkan kondisi fisik kendaraan, seperti rem tak berfungsi.
"Kondisi jalan sekarang sudah bagus karena dicor dan dibeton. Kalau malam juga dari sisi penerangan saya kira sudah cukup yang berasal dari rumah warga. Yang paling penting itu sebetulnya kondisi kendaraan dan fisik pengemudi," kata Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Asep Guntur Rahayu. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved