Potensi Maritim Setara Tujuh Kali APBN

(Nda/N-2)
28/7/2016 03:00
Potensi Maritim Setara Tujuh Kali APBN
(ROMMY PUJIANTO)

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkirakan potensi sektor maritim mencapai US$1,33 triliun per tahun, atau tujuh kali APBN 2016.
Potensi besar itu belum tergali secara maksimal. "Potensi dari sektor maritim cukup besar, mencapai US$1,33 triliun per tahun, atau setara tujuh kali APBN 2016. Namun, emua itu belum digarap maksimal. Potensi ekonominya cukup besar," kata Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Erzi Agson Gani, dalam Kongres Teknologi Nasional tentang potensi maritim yang digelar BPPT di Jakarta, rabu (27/7).

Pada kenyataannya, potensi maritim di Indonesia masih sebatas penangkapan ikan, sedangkan pengembangan pariwisata pesisir juga belum maksimal. Ridwan Jamaluddin, Deputi III Bidang Koordinasi Sumber Daya dan Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Maritim, membenarkan banyak potensi maritim yang belum digali. "Seperti di sektor pariwisata pantai, untuk membangun pelabuhan pariwisata seperti di Benoa, Bali, sampai sekarang belum selesai. Penyebabnya memang banyak aturan birokrasi," terang Ridwan yang juga menjadi salah satu pembicara dalam dialog teknologi di bidang maritim.

Mantan Menteri Koordinator Maritim Indroyono Susilo dalam pidato kunci menyebutkan sumbangan wisata maritim terhadap target perolehan 20 juta wisatawan pada 2019 cukup besar. "Apalagi, devisa yang diperoleh dari pariwisata mencapai US$20 miliar. Jelas ini prospek yang cukup besar," ujar Indroyono. Untuk memaksimalkan produk-produk maritim, BPPT telah menyiapkan peta jalan industri maritim agar pemetaan potensi bisa sesuai dengan target. Industri-industri maritim akan disiapkan mulai hulu hingga hilir dengan ditopang teknologi dan laboratorium. Menurut Erzi, BPPT memiliki sejumlah laboratorium untuk mendukung industri maritim.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya