Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DERASNYA isu mengenai keinginan pemerintahan agar kelurahan mundur ke belakang dengan status desa perlu dicegah para gubernur, wali kota, dan bupati. Alasan mereka status kelurahan menjadi desa akan membuat standar makro pemerintahan Indonesia menjadi mundur. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono, menegaskan hal itu sebelum membuka prosesi Musyawarah Nasional Ke-5 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), yang difasilitasi Pemerintah Kota Jambi, Rabu (27/7). Soni membeberkan isu atau hasrat perpindahan kelurahan menjadi desa cukup membuat galau Kementerian Dalam Negeri. Alasannya berkaitan dengan adanya kucuran miliaran rupiah per tahun dari pemerintah pusat dan kabupaten ke desa-desa.
Masalah itu menjadi perbincangan serius di lingkungan Kemendagri. "Pengelola di kelurahan tidak mengenal soal biaya perjalanan dinas. Walaupun dekat, kita menyadari tentu ada pengeluaran biaya operasional. Nasib kelurahan di masa mendatang sedang dipikirkan bersama karena berdampak terhadap kualitas pelayanan publik," jelasnya. Pada kesempatan itu, Soni memuji kinerja pemerintahan tingkat kelurahan di Kota Jambi, yakni Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Jambi. "Maaf Pak Wali Kota, saya tadi pagi nyelonong boy mengecek pelayanan publik di Kelurahan Jelutung, Kota Jambi.
Ternyata bagus. Berbagai pelayanan publik mulai pengurusan KTP, kartu keluarga, perizinan, dan lainnya berjalan baik dan gratis. Mungkin belum terbaik, tetapi dari sampling yang saya tinjau termasuk sudah bagus," ujar Soni. Kendati masih ada beberapa kekurangan, melalui program smart city, pelayanan di kelurahan akan terus disempurnakan, dengan bantuan aplikasi teknologi informasi. Pada Agustus mendatang, Kemendagri akan menggelar simposium smart city untuk 40 kota di Jakarta, dengan dukungan tenaga ahli teknologi informasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pemerintah Norwegia sebagai sponsor. Dari 40 kota itu, 10 kota di antaranya akan di-training intensif di UGM untuk menguasai aplikasi teknologi informasi konsep smart city. Pada kesempatan itu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha melalui Munas Ke-5 Apeksi berharap kompetisi antarkota akan berganti dengan kolaborasi dan saling isi buat kemajuan setiap kota di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved