Nelayan Didorong Bercocok Tanam

(RF/AD/WJ/YH/MY/BB/MS/N-4)
27/7/2016 03:40
Nelayan Didorong Bercocok Tanam
(ANTARA FOTO/Jojon)

PROVINSI Bangka Belitung dan Kabupaten Tasikmalaya melakukan pencetakan sawah baru di wilayah-wilayah berbasis nelayan guna meningkatkan ketahanan pangan. Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Provinsi Bangka Belitung menyebutkan pencetakan sawah baru dilakukan dengan merelokasi sawah 1.231 hektare dari Kabupaten Belitung Timur, Bangka, dan Bangka Barat ke Pulau Pongok dan Lepar di selatan Bangka.

Kepala Distabunak Bangka Belitung Toni Batubara beralas-an pencetakan sawah di tiga kabupaten itu sudah maksimal sehingga harus digeser ke tempat lain. “Sampai saat ini pengerjaan cetak sawah di Pongok dan Lepar sudah 31%. Kita anjurkan untuk ditanam pada musim tanam Agustus-September,” ujar Toni. Dengan upaya itu, masyarakat pulau yang tadinya hanya nelayan kini dapat bercocok tanam padi sehingga hasil panen nanti bisa memenuhi kebutuhan beras di pulau tersebut. “Mudah-mudahan cetak sawah di pulau itu bisa memenuhi kebutuhan beras nelayan sehingga perputaran uang lancar di pulau tersebut,” harapnya.

Sementara itu di Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, pencetakan lahan baru seluas 1.000 ha di 39 kecamatan akan dilakukan bertahap. Prioritas pertama ialah Kecamatan Cipatujah yang sebagian besar berisi nelayan. Upaya menguatkan ­ketahanan pangan juga dilakukan warga untuk menyikapi kenaikan harga sembako. Seperti yang dilakukan Suhendar, 44, warga Sukaratu, yang mulai menanam kangkung, bayam, saledri, dan terong. “Saya juga telah memelihara ayam daripada harus membeli harga telur yang berubah-ubah,” cetusnya.
Terus melambungnya harga sembako juga dikeluhkan banyak ibu rumah tangga di Padang, Sumatra Barat. “Hampir tiap hari kami makan tahu dan tempe,” tutur Vera di Siteba. Keluhan juga datang dari para pemilik warung makan yang banyak menggunakan cabai, bawang, daging sapi, daging ayam, dan telur di Surakarta. (RF/AD/WJ/YH/MY/BB/MS/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya