Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Tengah memprioritaskan pengawasan sejumlah kabupaten/kota sebagai lokasi dimana paham radikal tumbuh lebih subur dan berkembang. Diantaranya, Kabupaten Temanggung, Purworejo, Kebumen, dan Solo Raya.
"Prioritas kita utamanya jika di daerah eks Karesidenan Kedu adalah Temanggung, Purworejo, Kebumen. Lainnya Solo Raya. Namun pada intinya semua daerah di Jateng juga dalam pengawasan kita," ujar Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, di Magelang, Selasa (26/7).
Menyadari daerahnya menjadi sarang berkembangnya paham radikal, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Temanggung, Ajun Komisaris Besar (AKB) Wahyu Wim Harjanto, berupaya melakukan deradikalisasi dengan menggandeng sejumlah organisasi masyarakat (ormas) agar menjadi bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Antiradikalisme dan terorisme.
Ormas pertama yang diminta Wahyu menjadi Satgas Anti Terorisme dan Anti Radikalisme tersebut adalah dari kalangan muda Nahdlatul Ulama, yakni Banser dan Anshor. Pengukuhan satgas ini secara simbolis dilaksanakan di Gedung Graha Bumi Phala, Kompleks Setda Temanggung, Senin (25/7) Malam pada 10 orang anggota Banser dan Anshor.
Wahyu berpendapat, dengan menjadi Satgas, minimal para anggota Banser dan Anshor dapat menginternalisasi nilai-nilai sebagaimana tercantum dalam paham Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian, mereka dapat membentengi diri dan keluarganya agar tidak terpikat dan terekrut kelompok pengguna paham radikalisme, juga terorisme.
"Ideologi radikal dan teroris ini cenderung mempengaruhi, merekrut dan mengikat pengikutnya secara instan. Setelah itu, mereka menjadi penentang NKRI, mudah mengkafirkan orang lain, termasuk orang tua dan keluarganya. Ini amat berbahaya," ujar Wahyu.
Target lainnya, kata Wahyu, Satgas antiradikal dan teroris ini memberi informasi pada polisi mengenai keberadaan kelompok radikal. Untuk selanjutnya, polisi yang akan melakukan penindakan.
Koordinator Wilayah (Korwil) Anshor dan Banser se eks Karesidenan Kedu, Yami Blumut, mengungkapkan, pihaknya telah bergerak lebih jauh dengan merekrut anggota ormas dan kelompok radikal untuk menjadi anggota Banser dan Anshor. Saat ini, sedikitnya 2.000 orang simpatisan dan anggota kelompok dan ormas radikal di wilayah Kedu telah terekrut menjadi Banser. Mereka antara lain dari Temanggung, Magelang, dan Purworejo.
"Target kami, tahun ini akan direkrut 1.000 orang anggota dan simpatisan kelompok radikal lagi untuk menjadi Banser," ujar Yami.
Adapun di wilayah Temanggung, kata Yami, sudah terekrut sekitar 300 orang simpatisan kelompok radikal menjadi Banser. Kebanyakan mereka dari Kecamatan Jumo, Kaloran, Wonoboyo, dan Kedu. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved