BKSDA Akan Pasang Perangkap Harimau di Kambang Timur

Yose Hendra
26/7/2016 19:21
BKSDA Akan Pasang Perangkap Harimau di Kambang Timur
(ANTARA)

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) akan memasang perangkap harimau di Kampung Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Pemasangan perangkap tersebut akan dilakukan jika dalam dua pekan mendatang harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) masih masuk ke perkampungan.

"Kita tunggu seminggu dua minggu ini. Seandainya ada penampakan lagi, kita pasang perangkap, kita pindahkan ke habitat lain, supaya masyarakat tenang," ujar Kepala Seksi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Surajiya kepada Media Indonesia, Selasa (26/7).

Sebelumnya, warga Kampung Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, resah dan khawatir karena sejak beberapa pekan terakhir harimau sumatra berkeliaran dan masuk ke perkampungan. Apalagi, harimau tersebut sudah memakan dua ekor anjing peliharaan warga.

"Selain sudah memakan dua ekor anjing peliharaan warga, warga juga melihat bangkai babi hutan yang dimangsa di pinggir kampung," ujar
Pjs Kepala Kampung Koto Pulai, Iel Fauzi Anwar.

Merespon keresahan warga Kambang Timur itu, Surajiya mengatakan, pihaknya bersama Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) telah turun ke
lapangan memastikan keberadaan harimau. Ia menuturkan, ada dua jejak harimau yang terlacak yakni di dekat musala dan di kebun warga.

Jejak dekat musala, jelas Surajiya, berukuran lebar 9,1 cm dan panjang 10,3 cm. Sementara di kebun warga, ujarnya, tidak bisa dianalisa karena jejaknya sudah rusak akibat hujan.

"Dari analisa yang kita ditemukan di titik koordinat, harimau itu satu ekor. Yang namanya harimau yah soliter yakni berdiri sendiri kecuali bersama anaknya atau sedang kawin," tukasnya..

Menurutnya, laporan masyarakat yang mengatakan harimau tersebut dalam jumlah lebih seekor, tidak mungkin karena sifat harimau soliter.

Kambang Timur berada tidak jauh dari kawasan TNKS. kemungkinan harimau yang masuk kampung berhabitat di TNKS.

"Kampung itu lebih kurang 1 km dari TNKS. Sebenarnya kawasan tersebut domain TNKS karena kawasan BKSDA hanya dari Bayang sampai perbatasan Padang. Tapi kita sifatnya kerja sama," jelasnya.

Dia menghimbau warga bisa membantu BKSDA dan TNKS mengembalikan harimau itu ke habitatnya dengan mengusahakan bunyi-bunyian seperti meriam pada sore jelang malam. "Untuk saat ini, kita himbau warga kalau ke ladang, minimal dua orang," tukasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya