PVMBG Pasang Alat Seismik Pantau Aktivitas Gunung Talamau

Yose Hendra
26/7/2016 18:35
PVMBG Pasang Alat Seismik Pantau Aktivitas Gunung Talamau
(Istimewa)

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pasang alat seismik di Gunung Talamau untuk mendapatkan data aktivitas kegempaan gunung tersebut pasca gempa Pasaman 10 Juli lalu.

Sebelumnya, beredar kabar gunung yang terletak di Kabupaten Pasaman tersebut menampakan gejala keaktifan usai gempa 5,4 skala richter. Padahal, Talamau termasuk gunung Tipe B alias sudah lama tidak meletus.

Salah seorang tim dari PVMBG Seprius, Selasa (26/7), mengatakan, dalam pengecekan yang dilakukan akhir minggu kemarin, tim yang beranggotakan 6 orang tidak melihat secara visual adanya peningkatan aktivitas di kawah.

Aktivitas kegempaan juga belum bisa dianalisa. Sebab, jelas Seprius, karena alat seismik baru dipasang. "Setelah seismik di ambil nantinya data akan di analisis di Bandung. Hasil akhir nantinya tentu akan dikeluarkan secara resmi dari PVMBG," ujar Seprius.

Ia menambahkan, pengambilan data dari seismik dilakukan seminggu setelah alat tersebut dipasang. Menuru Seprius, PVMBG memutuskan turun tangan menyelidiki Gunung Talamau karena beredarnya informasi di tengah masyarakat terutama di jejaring komunikasi aplikasi whatsapp, aktifnya Gunung Talamau pasca gempa Pasaman.

Padahal selama ini, bilang Seprius, Talamau merupakan gunung api tipe B yang tidak ada pemantauan terus menerus. Makanya, sebut Seprius, laporan masyarakat sekecil apa pun harus disikapi.

Talamau termasuk gunung Tipe B yakni kategori gunung yang tidak pernah meletus sejak 1600. "Untuk info awal mungkin baru sekedar cari informasi dulu ke masyarakat. Setelah tim dari Bandung datang, mungkin ada kegiatan pemantauan dengan alat," tandasnya.

Sementara Satuan Tugas (Satgas) Gunung Talamau Mhd. Daniel Zulaika membenarkan adanya informasi yang beredar ditengah masyarakat bahwa pasca gempa Pasaman, Gunung Talamau mengeluarkan asap. Terlebih Gunung Talamau juga termasuk gunung aktif.

Menurut Daniel, sekitar kawah Gunung Talamau masih banyak menyimpan balerang. "Balerang banyak di atas, mencari balerang dengan berat 100 km tidak butuh waktu lama," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya