Proyek Tol Kaltim Dipastikan tidak Alami Hambatan

MI
26/7/2016 08:20
Proyek Tol Kaltim Dipastikan tidak Alami Hambatan
(MI/Syahrul Karim)

GUBERNUR Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak memastikan proyek Tol Balikpapan-Samarinda, Kaltim, tetap berlangsung tanpa kendala. Saat ditemui di Balikpapan, Kaltim, kemarin (Senin, 25/7), Awang membantah kabar terhentinya proyek tersebut lantaran persoalan pembebasan lahan yang belum tuntas.

"Enggak ada laporan itu. Sampai saat ini saya belum mendengar laporannya. Masih berjalan lancar saja, tidak ada masalah," ujar Awang. Dia menegaskan pembebasan seluruh lahan untuk proyek itu telah selesai.

"Kalau berani mengatakan seperti itu, sebutkan di mana daerah yang bermasalah? Apakah di Balikpapan, Samarinda, atau Kutai Tenggarong?" tantang Awang.

Pembangunan tol sepanjang 99,2 kilometer itu sebenarnya sudah dimulai pada 2010. Hanya, proyek tersebut terhenti. Presiden Joko Widodo saat mengunjungi lokasi pada 24 Maret mengaku pada November 2015 memaksa Gubernur Kaltim untuk memulai lagi proyek itu agar bisa selesai pada 2018.

Dari Kota Palembang, Sumatra Selatan, Wali Kota Palembang Harnojoyo mengaku menggaet investor asal Tiongkok, Guang Zho Ltd, dan investor asal Indonesia, Indo Green Power, untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karyajaya di Gandus, Palembang.

Saat ini PLTSa di TPA Sukawinatan sudah beroperasi dengan kapasitas 0,5 megawatt (Mw), bantuan dari Kementerian ESDM. "Nantinya di TPA Karyajaya akan dibangun PLTSa dengan kapasitas 20 Mw," ucap Harnojoyo.

Menurut dia, pembangunan PLTSa itu merupakan upaya memacu pengolahan sampah di Kota Palembang. Dengan pembangunan itu, dia berharap Kota Palembang pada 2017 bisa meraih penghargaan Adipura Paripurna atau meningkat dari Adipura Kirana yang diterima pada tahun ini.

Harnojoyo dikenal sangat memperhatikan persoalan kebersihan kota. Bahkan, dia kerap turun tangan membersihkan sampah di permukiman hingga selokan air. "Tapi memang belum maksimal. Seperti di Sungai Musi, sampah masih saja terlihat. Masyarakat di Palembang belum menyadari kebersihan kota," beber Harnojoyo.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan terus berusaha mengaet investor untuk menanamkan modal di daerah tersebut. Usaha itu ditandai dengan digelarnya Regional Investment Forum (RIF). Kegiatan yang berlangsung pada 25-27 Juli itu bakal dihadiri 250 calon investor, gubernur se-Sumatra, serta wali kota dan bupati se-Sumatra Selatan.

Kepala Badan Promosi, Perizinan, dan Penanaman Modal (BP3MD) Sumatra Selatan Ruslan Bahri mengatakan kegiatan itu ditandai dengan memorandum of understanding (MoU) PT Hutama Karya dan PT Hutama Karya Realitindo dengan Sekretariat Dewan Kawasan. (UL/DW/BB/SY/AD/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya