Petahana Siap Lawan Adik Ahok

Rendy Ferdiansyah
26/7/2016 07:30
Petahana Siap Lawan Adik Ahok
(Basuri Tjahaja Purnama---MI/MOHAMAD IRFAN)

BAKAL calon Gubernur (cagub) Bangka Belitung petahana, Rustam Effendi, tidak mempersoalkan adik kandung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Basuri Tjahaja Purnama, yang mungkin bersaing dengan dirinya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

Basuri Tjahaja Purnama disebut-sebut akan maju sebagai cagub Bangka Belitung dari jalur independen.

Bagi Rustam, di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, kemarin, calon perseorangan dipersilakan maju pada pilgub asalkan memenuhi aturan. "Siapa saja yang bertarung di jalur independen asal sesuai aturan, sah-sah saja."

Namun, dia mengingatkan KPU untuk memverifikasi syarat dukungan KTP terhadap cagub independen secara sungguh-sungguh. "Verifikasi KTP dukungan perseorangan harus benar, jangan asal," kecam Rustam.

Ketua KPU Bangka Belitung, Fahrurozi, mengatakan tahapan bagi pasangan cagub dan cawagub dari jalur perseorangan dimulai pada 3 Agustus.

Calon independen, sambung dia, harus memenuhi syarat dukungan berupa KTP sebanyak 10% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT), yakni 92.694 KTP.

Dalam Pilkada 2017, Rustam akan diusung PDIP. Akan tetapi, dia masih menunggu keputusan DPP PDIP yang menentukan nama bakal calon wakil gubernur (cawagub). "Dari 10 nama, semuanya berasal dari Bangka," ujar cagub petahana itu.

Sementara itu, Hidayat Arsani yang akan diajukan Partai Golkar mengaku masih melakukan pendekatan ke calon pendampingnya. Sejauh ini, kandidat pendampingnya berasal dari Belitung dan Belitung Timur. Erzaldi Rosman Djohan yang digadang-gadang Partai Gerindra juga mengaku masih mendekati beberapa bakal cawagub.

Koalisi besar
DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menjajaki koalisi besar guna mengusung calon bupati wakil bupati periode 2017-2022.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata Gusti Bataona mengatakan sejauh ini koalisi partai pengisi kursi DPRD Lembata yang sudah bergabung ialah PDIP (4 kursi), NasDem (2 kursi), PAN (3 kursi), PKPI (1 kursi), PPP (1 kursi), dan Gerindra (3 kursi).

Meskipun hanya PDIP, koalisi untuk mengusung pasangan calon sudah bisa dibentuk karena ambang batas pencalonan telah terpenuhi.

Dia memperkirakan, dalam Pilkada 2017, PDIP dan Partai NasDem mengusung Bupati Lembata petahana, Eliazer Yentji Sunur, dan Partai NasDem mendorong Thomas Ola Langoday sebagai calon wakil bupati. Menurut dia, pilihan itu berdasarkan hasil survei yang menunjukkan elektabilitas petahana di atas 40%.

Namun, Bataona mengaku masih menunggu putusan resmi soal calon kepala daerah dari DPP Partai NasDem. "Informasi yang saya dengar sudah ada rekomendasi hasil fit and proper test. Namun, kami belum mendapat informasi resmi dari DPP tentang figur yang akan didorong dan dengan partai apa kami berkoalisi," ujar Bataona.

Sementara itu, Partai NasDem, Partai Golkar, PDIP, dan PKS, sepakat mengusung pasangan Bernard Sagrim dan Pascalis Kocu untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Maybrat, Papua Barat, 2017. "Pilihan Partai NasDem sudah merupakan hasil survei pada Juni," jelas Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Maybrat, Agus Tenau.

Tenau menegaskan, sesuai dengan aturan partai, rekomendasi kepada pasangan calon itu dilakukan tanpa ada mahar politik.(PT/TB/OL/RS/MS/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya