Ratusan Orang Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Sukabumi

Benny Bastiandy
25/7/2016 19:04
Ratusan Orang Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Sukabumi
(ANTARA)

JUMLAH warga Desa Nagrakjaya di Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mengungsi akibat bencana pergerakan
tanah sejak Selasa (19/7) mencapai 974 jiwa. Saat ini mereka menetap sementara di rumah kerabat maupun rumah tetangga karena pergerakan tanah masih terjadi sampai sekarang

"Kita juga sudah menyiapkan tempat pengungsian sementara di SDN Nagrakjaya. Tapi kebanyakan mereka menetap di rumah saudara maupun tetangga yang lebih aman," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi Usman Susilo, Senin (25/7).

Cukup banyaknya warga yang mengungsi karena bangunan rumah yang terdampak pergerakan tanah di Desa Nagrakjaya terus bertambah. Hingga kini, jumlah rumah yang rusak hasil verifikasi sementara tim BPBD mencapai 336 unit.

Rinciannya, sebanyak 148 unit mengalami rusak berat, 91 unit rusak sedang, rusak ringan sebanyak 58 unit, dan 39 rumah lainnya terancam. "Selain rumah ada juga bangunan musala satu unit, sekolah satu unit, dan posyandu satu unit yang ikut rusak," tambahnya.

Selain di Desa Nagrakjaya, bencana pergerakan tanah juga terjadi di Desa Cimenteng. Sedikitnya 71 unit bangunan rumah terdampak bencana itu.

Hanya saja hasil verifikasi tak ada yang mengalami kerusakan. "Kalau di Desa Cimenteng rumah yang terancam sebanyak 66 unit dan 5 rumah lainnya terisolasi," jelas Usman.

Pada 2012 silam, pergerakan tanah terjadi di desa Cimenteng dengan jumlah kerusakan rumah cukup banyak. "Kalau di Desa Nagrakjaya baru kali ini terjadi. Sebelumnya Desa Cimenteng pernah dilanda pergerakan tanah. Kontur tanah di sana labil karena berada di bawah tebing Gunungsapu," tuturnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya