Semburan Lumpur Panas di Bojonegoro Meluas

M Yakub
25/7/2016 17:55
Semburan Lumpur Panas di Bojonegoro Meluas
(ANTARA)

SEMBURAN lumpur panas kembali terjadi di kawasan Gunung Puru, Dusun/Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Jatim, dalam beberapa hari terakhir. Titik semburan lumpur yang berada di wilayah hutan petak 45 Resort Pemangku Hutan (RPH) Klino itu juga meluas.

Sebab, sebelumnnya semburan baru diketahui 2 titik namun kini, meluas menjadi 5 titik. Dampak semburan ini juga mengancam 20 hektare tanaman bawang milik petani setempat. Pemkab berencana membuat kolam penampungan untuk mencegah dampak semburan meluas.

Data yang berhasil dihimpun dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan semburan itu pertama kali diketahui Jumat (22/7) pagi warga. Mulanya sekitar pukul 08.00 Wib, didapati ada aliran air keruh mengalir disaluran air.

Keesokan hari, hal tersebut dilaporkan warga pada Kepala Desa. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan ada dua titik semburan lumpur panas. "Ya, ada semburan baru Mas," ungkap Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Kantor BPBD Bojonegoro, Sukirno, Senin (25/7).

Mendapati laporan tersebut, kata dia, instansinya langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan. Pemantauan Tim ini, juga disertai petugas dari Kecamatan Gondang dan perangkat desa setempat. Dan dari pengamatan lapangan itu, diketahui titik semburan meluas. "Betul. Sekarang meluas 5 titik," tandasnya.

Dikatakannya, dari lima titik semburan itu 1 titik dengan lubang besar dan 4 titik lainnya lebih kecil. Semburan lumpur panas itu, lanjut dia, menghasilkan semburan air lumpur bercampur belerang dengan volume sekitar 1 liter per detik.

Dampak semburan itu, mengancam tanaman bawang merah milik petani setempat seluas 20 hektare (ha). Sebab, air bercampur lumpur yang
keluar dari lima titik sembutaran itu memiliki suhu 60 derajat celsius.

BPBD tengah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengantisipasi dampak semburan makin meluas. Termasuk, merencanakan
membuat tampungan lumpur untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar. Masyarakat juga dihimbau tidak mendekat titik semburan. "Kami kuatir mengandung gas berbahaya," jelasnya.

Semburan lumpur juga terjadi di lahan pertanian di Dusun Kramat, Desa Jari, Kecamatan Gondang pada 7 April 2016 silam. Lumpur itu awalnya menyembur pada lahan milik Perhutani KPH Sukun sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman warga setempat.

Awalnya, hanya satu titik semburan berdiameter 1,5 meter dengan ketinggian sekitar 1 meter.Kini titik semburan yang pertama menurun volumenya namun, titik semburan bertambah menjadi empat titik. Meski demikian, intensitas semburan makin mengecil dan berubah jadi gelembung dengan ketinggian sekitar 15-35 cm. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya