Pertamina Resmikan Petroleum Geoheritage Wonocolo

Basuki Eka Purnama
25/7/2016 12:32
Pertamina Resmikan Petroleum Geoheritage Wonocolo
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

PT Pertamina (Persero) meresmikan Petroleum Geoheritage Wonocolo di Kabupaten Bojonegoro, sebagai pusat wisata migas pertama di Indonesia pada Senin (25/7).

Pendirian tempat wisata ini dilatarbelakangi oleh sumur minyak tradisional yang terletak di wilayah Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro. Sumur minyak itu, selama lebih dari 100 tahun, beroperasi secara tradisional dikelola oleh masyarakat setempat.

"Kami melihat bahwa yang ada di Desa Wonocolo ini merupakan sesuatu yang unik. Di sini warga beraktivitas secara tradisional untuk memproduksikan minyak dari sumur-sumur tua sejak lebih dari 100 tahun," kata Cepu Field Manager Agus Amperianto dalam keterangan tertulis,, Senin (25/7).

Untuk menjaga keunikan local heritage di situ, kata dia, pihaknya bersama Pemda Bojonegoro dan dukungan dari seluruh stakeholder mencoba membuat sebuah desa wisata migas yang diberi nama Petroleum Geoheritage Wonocolo.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa pendirian Petroleum Geoheritage Wonocolo ini didasari karena keunikan yang dimiliki oleh struktur geologi di Desa Wonocolo.

"Di sini masyarakat diajak melihat langsung penambangan tradisional yang eksotik, dengan keberadaan tiang penyangga kayu dan dioperasikan secara tradisional. Selain itu ada trek untuk jeep, motor trail, dan sepeda," ujar Agus.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto yang berkesempatan mencoba langsung trek sepeda menyampaikan bahwa Desa Wisata Migas di Wonocolo ini sangat menarik.

"Dengan melintas menggunakan sepeda maupun jeep, selain membuat badan dan pikiran fresh, kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana sejarah operasi migas di Indonesia pada masa lampau," kata Dwi Soetjipto di sela kegiatannya bersepeda di Wonocolo.

Saat itu, lanjut Dwi, Pertamina berkolaborasi dengan Paguyuban Warga Desa Wonocolo mengelola desa wisata ini untuk menjadi pusat wisata migas pertama di Indonesia.

"Bagi yang ingin tahu sejarah perminyakan di Indonesia, Wonocolo merupakan salah satu tempat yang bisa dikunjungi," ucap Dwi.

Sementara itu, dalam kesempatan bersepeda tersebut, turut dilakukan penanaman pohon di sekitar lokasi sumur tua sebagai komitmen penghijauan.

Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen penanaman sebanyak 50 ribu pohon sebagai kelanjutan program Pertamina Hijau untuk Bojonegoro.

Direktur Utama Pertamina juga membagikan perlengkapan sekolah bagi 37 siswa-siswi berprestasi di SMP 1 Wonocolo serta menandatangani dimulainya pembangunan renovasi masjid Desa Wonocolo senilai Rp1 miliar. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya