Korban Pergerakan Tanah Bertambah

BB/AD/WJ/SY/N-2
25/7/2016 04:51
Korban Pergerakan Tanah Bertambah
(MI/BENNY BASTIANDY)

JUMLAH rumah warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Nagrakjaya dan Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat ada 263 rumah warga yang rusak.

Padahal, pekan lalu, kerusak-an dilaporkan menimpa 166 rumah.

"Ini masih data sementara. Kami masih melakukan verifikasi di lapangan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, kemarin.

Kerusakan rumah itu terdiri atas 135 rusak berat, 85 rusak sedang, dan 43 rusak ringan.

Selain rumah, pergerakan tanah yang terus terjadi juga merusak musala, bangunan majelis taklim, sekolah, dan bangunan posyandu.

"Warga yang rumahnya rusak sudah kami ungsikan ke tempat lebih aman. Kami juga sudah menyiapkan tempat relokasi di SDN Nagrakjaya," tambah Usman.

Pergerakan tanah di lokasi itu terjadi pekan lalu.

Retakan akibat kejadian itu tidak berpola dan terjadi secara sporadis.

Pergeseran tanah juga terjadi di Kampung Citeureup, Desa Sukapada, Kecamatan Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Kejadian itu makin parah saat musim penghujan datang.

"Kami minta pemerintah merelokasi kami dan memberikan lahan pengganti. Saat hujan deras, kami selalu dalam ketakutan," kata Yuyum, 55, warga.

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin menjanjikan para korban akan direlokasi secara bertahap.

"Ada tanah desa yang bisa digunakan untuk membangun 20 rumah baru. Warga juga mendapat bantuan Rp20 juta untuk membangun rumah."

Kemarin, hujan deras dan angin kencang menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Tidak ada korban jiwa

"Tanah longsor relatif kecil terjadi di Desa Tegiri dan Desa Sindangtirta. Meski demikian, warga diimbau untuk tetap waspada," kata Kepala BPBD Wonogiri Bambang Haryanto.

Imbauan juga diungkapkan Prakirawan BMKG Balikpapan, Kalimantan Timur. Harris.

"Hujan masih akan datang hingga Agustus. Warga harus waspada banjir dan tanah longsor."

Di Bontang, puluhan rumah terendam banjir setelah kota itu diguyur hujan selama 5 jam.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya