2 Tahun, Jalan Rusak tidak Diperbaiki

BB/RS/N-2
25/7/2016 04:11
2 Tahun, Jalan Rusak tidak Diperbaiki
(MI/BENNY BASTIA)

AKSI protes yang dilakukan warga karena jalan rusak belum surut.

Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, warga Kampung Manggis Girang, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, memprotesnya dengan menanami pohon di jalan rusak.

Ruas jalan di wilayah mereka itu biasa digunakan sebagai jalan alternatif Sukabumi-Bogor. Terakhir, jalan itu diperbaiki pada 2014.

"Jalan yang rusak parah dua tahun terakhir ini, belum pernah diperbaiki lagi. Kami protes kondisi ini dengan menanam pohon dan uneg-uneg tulisan di atas kertas karton, supaya didengar pemerintah," papar Dadang, warga.

Rusaknya jalan, sambung dia, memicu terjadinya beberapa kali kecelakaan yang dialami pengendara sepeda motor dan mobil.

Apalagi, saat musim hujan seperti sekarang, lubang menganga di jalan raya itu terkadang tertutup air.

"Warga juga sudah berupaya menambal jalan itu seadanya, tapi tidak bisa bertahan lama, karena kena air hujan."

Di Bangli, Bali, kerusakan jalan di Kecamatan Kintamani membuat pemasaran produksi pertanian terhambat.

Salah satu yang terparah ialah jalan di Dusun Alengkong-Bukitsari, Desa Songan B. Kerusakan jalan mencapai panjang 3 kilometer.

"Warga terpaksa urunan dan bergotong royong memperbaiki jalan supaya bisa dilalui. Kalau tidak, hasil pertanian tidak bisa dijual ke pasar di Kintamani maupun ke Karangasem," papar Mangku Kardi, warga.

Kemarin, akibat terjangan arus, senderan sungai sepanjang 6 meter di dekat Pasar Negara, Kabupaten Jembrana, jebol.

Warga berharap pemerintah segera menangani kerusakan yang terjadi.

"Jika dibiarkan,, kami khawatir kerusakan akan merembet dan makin membahayakan warga," ujar Ketut Ariawan, warga.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya