Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 3.000 warga Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, terancam terisolir akibat gelombang laut yang terjadi di Samudera Hindia Provinsi Bengkulu, mencapai tujuh meter sehingga membahayakan bagi pelayaran terutama untuk kapal penumpang pada dua hari terakhir.
Iwan Kaono, 41, warga pulau Enggano mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi sudah dua hari terakhir ini menimbulkan gelombang tinggi sehingga sebanyak 3.000 jiwa warga Pulau Enggano, yang berjarak
kurang lebih 120 mil dari Kota Bengkulu, terancam terisolir akibat kapal motor Pullo Tello belum dapat melayani rute tersebut.
"Kapal menuju pulau Enggano belum dapat melayani rute pelayaran dari Kota Bengkulu atau sebaliknya akibat cuaca ekstrem sehingga gelombang laut masih tinggi terutama di Samudera Hindia untuk satu pekan ke depan," kata Iwan Kaono, warga Pulau Enggano, Minggu (24/7)
Saat ini, lanjut dia, seluruh pelayaran menuju pulau yang berjarak terluar 120 mil dari Kota Bengkulu tersebut dihentikan karena gelombang tinggi di perairan Samudera Hindia.
Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu telah memberikan peringatan dini, bahwa gelombang tinggi di laut terutama di perairan Samudera Hindia hingga saat ini mencapai tujuh meter sehingga sangat berbahaya untuk pelayaran karena badai akan memicu gelombang laut. Terjadinya gelombang tinggi disebabkan adanya tekanan angin diperairan Samudera Hindia terutama yang berada di Pulau Enggano maupun perairan yang berada di wilayah Pulau Tikus, Kota Bengkulu, sehingga sangat menbahayakan kapal nelayan serta kapal penumpang.
Ketinggian gelombang mencapai tujuh meter telah melanda perairan Samudera Hindia dan untuk wilayah yang dibawah sepuluh mil dari darat
maka ketinggian gelombang mencapai lima meter sehingga para nelayan serta kapten kapal harus mewaspadai cuaca ekstrem hingga satu pekan terakhir.
Sementara itu, ribuan nelayan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota itu yakni Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur, dan Kota Bengkulu, belum berani melaut karena badai. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved