Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN Jogja Independent (Joint) akhirnya menyatakan secara resmi mundur dari kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 yang akan mengantarkan pasangan Garin Nugroho-Rommy Heryanto.
Pegiat Joint Herman Dody di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin, mengatakan pada awalnya Joint berpandangan masyarakat Kota Yogyakarta memiliki kesadaran politik yang tinggi untuk berperan aktif menentukan masa depan kota mereka. Namun, tambahnya, kenyataannya, masyarakat apatis dan pragmatis.
Dia memaparkan, salah satu tolak ukurnya ialah penggalangan dana melalui gerakan Urunan Gaya Jogja yang gagal memenuhi kebutuhan Joint.
Total dana yang mampu dihimpun untuk kepentingan penggalangan dukungan, menurutnya, mencapai Rp270 juta dengan total dukungan yang berhasil dikumpulkan hanya sekitar 4.000 dukungan.
"Dana yang ada sudah habis. Bahkan banyak dari pegiat yang harus nombok. Kami memang tidak mau menggunakan dana dari sponsor karena takut ada pamrih di kemudian hari," ungkapnya.
Walhasil, dukungan berupa kartu tanda penduduk yang sudah terkumpul, lanjut Dody, tidak akan digunakan atau dilimpahkan ke calon lain yang maju sebagai bakal calon dari jalur perseorangan.
Sementara itu, politikus Partai NasDem asal Buleleng, Bali, Nyoman Tirtawan, diminta untuk tetap maju dalam bursa Pilkada Buleleng 2017.
Wakil Ketua DPP PKPI Provinsi Bali Kadek Nuartana memandang Tirtawan layak menjadi bupati. Apalagi, selama ini Tirtawan dikenal sebagai aktivis lingkungan dan antikorupsi.
"Beliau tokoh muda. Dia memiliki kepedulian dan komitmen tinggi untuk membersihkan birokrasi dan peduli lingkungan hidup. Bersih lingkungan dan birokrasi untuk bekerja maksimal melayani rakyat dan tidak korupsi," jelas Nuartana.
Adapun mengenai permintaan politikus PDIP asal Buleleng Ketut Kariasa Adnyana agar Tirtawan mengundurkan diri, menurut Nuartana, sarat motif politik. "Bisa juga calon yang diusung takut berhadapan dengan Tirtawan," ujar Nuartana.
Sementara itu, Tirtawan menanggapi permintaan mundur oleh Kariyasa dengan santai. Bagi dia, niat untuk mengikuti pilkada bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan panggilan untuk mengabdikan diri demi membenahi Buleleng. "Jika masyarakat dan tokoh-tokoh meminta saya untuk maju, saya siap," ujarnya.(AU/OL/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved