Kemarau Basah,Pemda Tambah Luas Lahan Tanam

MI
22/7/2016 07:20
Kemarau Basah,Pemda Tambah Luas Lahan Tanam
(ANTARA/SENO)

SEJUMLAH daerah terus meningkatkan produksi padi pada musim tanam 2016 ini. Di Jawa Barat, Gubernur Ahmad Heryawan menyatakan menambah luas areal tanam sebanyak 62 ribu hektare, sehingga total luas tanam tahun ini mencapai 936.529 hektare.

"Dengan tambahan luas tanam ini, kami berharap bisa mendongkrak produktivitas padi sebanyak 5%-15% dibanding tahun lalu. Dengan mengefektifkan saluran irigasi, kami juga berharap lahan bisa panen tiga kali dalam setahun," tuturnya di Bandung, kemarin.

Untuk meningkatkan hasil panen, Pemkot Sukabumi memilih melakukan intensifikasi. Pasalnya, daerah ini tidak mungkin menambah lahan baru dari yang ada sekarang seluas 1.480 hektare.

"Ekstensifikasi lahan sudah tidak mungkin kami lakukan. Dengan intensifikasi, Sukabumi mampu panen 6-7 ton per hektare, dan ini menjadi yang paling produktif di Jabar," ungkap Sekretaris Dinas Pertanian, Ate Rahmat.

Kondisi iklim kemarau basah juga dimanfaatkan 25 pemkab di Jawa Tengah untuk menambah areal tanaman padi seluas 159 ribu hektare. Jawa Tengah juga melakukan percepatan tanam.

"Karena ketersediaan air terjaga sepanjang tahun, petani bisa terus menanam, sehingga bisa menanam 2-3 kali. Kami juga mematok target luasan tanam meningkat menjadi 1,9 juta hektare dari tahun lalu 1,8 juta hektare," papar Kepala Bidang Sarana Prasarana, Dinas Pertanian Jawa Tengah, Eko Partono.

Tahun lalu, provinsi ini menghasilkan panen 11,3 juta ton padi. Tahun ini ditargetkan bisa meningkat. Di Sulawesi Selatan, kemarau basah juga membuat daerah ini terbagi atas tiga musim tanam, yakni musim tanam timur, barat, dan peralihan. Dengan pola itu, stok pangan daerah ini dipastikan dalam kondisi aman.

"Setiap bulan ada kabupaten yang panen dan ada juga yang menanam secara bergantian. Tidak ada alasan Sulsel kekurangan beras tahun ini," kata Ketua KTNA Sulsel, M Yunus.

Kabar gembira juga datang dari Bulog Banyumas yang mengaku memiliki stok beras cukup untuk kebutuhan warga miskin di Banyumas, Banjarnegara, dan Cilacap, Jawa Tengah. "Kami berhasil menyerap beras dari petani sebanyak 56 ribu ton dari target 80 ribu ton," papar humas Bulog Banyumas M Priyono.

Di Sorong, Papua Barat, untuk memenuhi kebutuhan warga, Bulog mendatangkan 2.000 ton beras dari Merauke. (EM/BB/TS/LN/LD/MS/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya