BENCANA kebakaran hutan dan lahan mengepung Sumatra. Jumlah titik api yang terus bertambah membuat Sumatra kian membara. Wilayah Riau menjadi daerah yang terbanyak menyumbang titik api.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, kemarin, menyatakan kebakaran hutan dan lahan bakal terulang seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi 2015, El Nino moderate makin menguat sehingga diperkirakan kemarau terjadi hingga November 2015.
Menurut Sutopo, ancaman kebakaran hutan dan lahan terlihat dengan jumlah titik api yang terus bertambah.
Berdasarkan pemantauan satelit Modis (Terra-Aqua), kemarin, titik api atau hotspot di Sumatra ada 308. Rinciannya ialah Riau 122, Sumsel 59, Jambi 58, Bengkulu 10, Sumbar 19, Sumut 25, Babel 9, Kepri 1, dan Lampung 5.
Riau sebagai langganan kebakaran hutan tetap saja terbakar. Titil api 122 Riau tersebar di Bengkalis 17, Kampar 16, Dumai 7, Kuansing 4, Pelalawan 44, Rohil 5, Rohul 2, Siak 5, Inhil 8, dan Inhu 14.
Akibatnya, asap menutup wilayah Pekanbaru. Jarak pandang di Pekanbaru pada pagi hari hanya 1 km karena tertutup asap. Adapun jarak pandang di Dumai, Pelalawan, dan Rengat 3 km.
Upaya pemadaman, menurut Sutopo, masih terus dilakukan, baik di darat maupun udara. BNPB mengerahkan dua pesawat terbang untuk operasi hujan buatan di Riau dan Sumsel.
BNPB juga menyewa helikopter berkapasitas besar untuk pengeboman air. Helikopter itu ditempatkan di Riau 2 unit (heli Sikorsky dan MI-171) dan di Palembang 1 unit (heli MI-171) yang sekali terbang mampu mengangkut 4.500 liter air untuk water bombing.
BNPB masih mengusahakan meminjam pesawat untuk hujan buatan di Kalimantan yang operasionalnya dilakukan BPPT. Sewa pesawat dan helikopter juga akan ditambah sesuai dengan permintaan pemerintah daerah.
Lapor menteri
Di bagian lain, pelaksana tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman melaporkan kondisi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya di Jakarta.
"Pekan ini, atau tepatnya Jumat (24/7) Plt gubernur didampingi kepala badan penghubung melaporkan kondisi terakhir karhutla di Riau yang sekaligus melakukan halalbihalal," ucap Karo Humas Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Darusman, di Pekanbaru, kemarin.
Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir, kondisi asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru dan beberapa kabupaten di Riau merupakan kiriman dari Provinsi Jambi.
Pasalnya, saat ini, 200 hektare lahan gambut di Desa Gambut Jaya Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, sudah terbakar dan semakin meluas mendekati permukiman warga.
Adapun Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Riau, mengungkapkan sejak Januari 2015 hingga kini, mereka sudah menangani 60 kasus kebakaran hutan dan lahan.
"Dari 60 karhutla tersebut, dua kasus pemadamannya memakan waktu dan proses berhari-hari," ucap Kepala BPB Damkar Pekanbaru, Burman Gurning, kemarin.
Burman menjelaskan dua titik kebakaran yang agak sulit terletak di lokasi Parit Indah dan depan Kantor Camat Payung Sekaki. Itu disebabkan tekstur gambut di dua lokasi itu sangat dalam mencapai 7 meter. (N-2)