Ikan Laut Mahal Air Tawar jadi Pilihan

(SS/AD/JL/LD/JS/JI/UL/WJ/MY/N-4)
21/7/2016 04:00
Ikan Laut Mahal Air Tawar jadi Pilihan
(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

TINGGINYA gelombang di perairan Laut Jawa akibat cuaca buruk saat ini membuat pasokan ikan laut di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mulai berkurang. Stok ikan yang dijual pun seadanya. Berdasar pantauan Media Indonesia di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Besar Palangkaraya, Kahayan, dan Rajawali, kemarin, ikan yang dijual hanya kembung dan udang. Padahal, di hari-hari biasa, ikan yang dijual beraneka macam jenisnya. Ikan kembung atau peda biasanya hanya dijual Rp50 ribu per kilogram, tapi saat ini dijual Rp60 ribu per kg. "Para konsumen tidak jadi membeli setelah tahu harganya naik dan beralih ke ikan sungai (air tawar), sehingga yang membeli hanya langganan warung," ujar Ahmad, pedagang ikan laut di Pasar Kahayan. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jabar.

Pasokan ikan laut yang biasanya dikirim dalam waktu satu minggu sekali, sekarang ini dipasok ke tiap pasar bisa dihitung 2 minggu satu kali akibat gelombang tinggi.
Harga ikan pun terus mengalami kenaikan di berbagai pasar tradisional, seperti halnya di Pangandaran, Singaparna, Pancasila, Cikurubuk, Ciawi, Manonjaya, Ciamis, Ciawi, dan Banjar. Harga teri nasi menjadi Rp54 ribu per kg, ikan asin japuh Rp35 ribu, dan asin cucut Rp45 ribu. Menurut Fuji, 32, warga Singaparna, mahalnya harga ikan laut telah terjadi sejak Ramadan lalu. Harga tinggi juga masih terjadi pada komoditas bawang merah, bawang putih, kentang, gula pasir, daging sapi, dan daging ayam.

Di Kabupaten Brebes, Jateng, harga bawang merah tingkat grosir sudah Rp38 ribu per kg dan menjadi Rp42 ribu per kg di tingkat pengecer. Di Klaten, Jateng, harga cabai rawit di pasar tradisional malah melonjak drastis sebesar 100% menjadi Rp45 ribu per kg. Menurut Ngatmi, 45, pedagang setempat, mahalnya harga bawang dan cabai terjadi akibat belum stabilnya pasokan dari petani. Di Bengkulu, harga daging ayam potong yang tersebar di 10 kabupaten/kota masih bertahan pada harga Rp45 ribu dari sebelumnya hanya Rp40 ribu setelah Lebaran. Dari Kabupaten Indramayu, Jabar, luas tanam padi pada musim gadu (kemarau) kali ini bertambah karena kemunculan kemarau basah. Wakil Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, Sutatang, menyebut luas areal tanam padi bertambah sekitar 115 ribu ha. Pemkab Boyolali menyeru pada para petani untuk memanfaatkan kondisi kemarau basah itu dengan melakukan tanam tadah hujan, dengan bercocok tanam padi sebanyak 3 kali.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya