Nasib Pengungsi Sinabung belum Jelas

Puji Santoso
21/7/2016 03:30
Nasib Pengungsi Sinabung belum Jelas
(ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

PULUHAN pengungsi Gunung Sinabung, Sumatra Utara, beramai-ramai mendatangi Kantor Bupati Karo di Kabanjahe, Rabu (20/7), sekitar pukul 11.00 WIB. Para pengungsi berasal dari Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, menanyakan jatah hidup serta sewa lahan pertanian yang dijanjikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo. Mereka didampingi Kepala Desa Gurukinayan, Pelin Sembiring, menduduki lantai dua ruang rapat Asisten Kantor Bupati Karo. Seorang pengungsi mengungkapkan jatah hidup seharusnya sudah diterima warga pada Juni lalu. Kemudian sewa lahan pertanian seharusnya sudah dicairkan dan diterima warga pada 26 Juni lalu. "Namun, sampai sekarang jatah hidup dan sewa lahan pertanian belum diterima warga, termasuk untuk percepatan relokasi mandiri terkesan diundur-undur pihak BPBD," ujarnya. Ngatamen Sembiring, pengungsi lainnya asal Desa Gurukinayan, menambahkan ia bersama pengungsi lainnya menuding Pemkab Karo ingkar janji. "Sudah dua tahun hidup kami tidak ada kepastian," ujar Ngatamen yang sudah berkali-kali ikut berunjuk rasa karena sudah tidak betah hidup di pengungsian.

Beberapa hari sebelumnya warga dari empat desa, yakni Kuta Tonggal, Gamber, Berastepu, dan Gurukinayan mendatangi Kantor Bupati Karo untuk meminta kepastian agar realisasi relokasi tahap II segera dijalankan. Sebagaimana telah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo yang menginginkan warga terdampak erupsi Gunung Sinabung tidak berada di pengungsian. Para pengungsi yang kini menggarap ladang orang lain mengaku khawatir bila sewaktu-waktu tenaga mereka tidak lagi dibutuhkan. "Ke mana kami akan bertani? Ke mana lagi kami akan pergi?" teriak mereka. Plt Kepala BPBD Karo, Matius Sembiring, kemudian meredam suasana dengan menyatakan terhitung Senin (25/7), uang sewa lahan untuk pengungsi akan segera dicairkan. "Bapak dan Ibu mohon bersabar, kita tidak akan mempersulit kalian. Kita akan segera mencairkannya," kata Matius.

Gunung api mulai aktif
Pada bagian lain sejumlah gunung api menunjukkan aktivitasnya. Di Nusa Tenggara Timur, Gunung Egon yang berada di perbatasan Kecamatan Mapitara dan Waigete, Kabupaten Sikka, mengeluarkan asap putih dengan ketinggian sekitar 100 meter dari bibir kawah. Di Sumatra Barat, dampak gempa Pasaman berkekuatan 5,4 pada skala Richter pada 10 Juli lalu diduga memicu keaktifan Gunung Talamau. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menerjunkan tim sebanyak tiga orang untuk memantau aktivitas Gunung Talamau.

"Kami akan mengecek kondisi Talamau setelah mendapat informasi warga di media sosial bahwa gunung tersebut mulai aktif. Talamau itu gunung api tipe B yang tidak dipantau terus-menerus," jelas Seprius dari PVMBG. Di Jawa Timur, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengerahkan petugas untuk mencegah wisatawan menuju kawah Gunung Bromo yang saat ini cukup aktif. Tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, petugas TNBTS, dan relawan berjumlah sekitar 100 orang akan bertugas di radius satu kilometer untuk mencegah wisatawan mendekati kawah di sela-sela upacara Kasada. (PO/YH/FL/BN/AB/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya