Susahnya Bangun Rel KA di Papua

(MC/AS/N-1)
21/7/2016 03:10
Susahnya Bangun Rel KA di Papua
(ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)

RENCANA pembangunan jalur kereta api (KA) di wilayah pegunungan Papua nampaknya bakal sulit terwujud lantaran mahalnya pembiayaan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Papua Djuli Mambaya di Jayapura, Rabu (20/7), menjelaskan biaya pembangunan jalur KA di pegunungan Papua diperkirakan lima kali lipat lebih mahal ketimbang di Pulau Jawa. Dengan begitu, menurut dia, mustahil untuk membangun rel KA di pegunungan kecuali ada investor. "Minta maaf, saya harus katakan sangat mahal dan mungkin Papua belum bisa melakukan itu. Kecuali kalau ada investor, mungkin bisa," jelas Djuli. Selain mahal, dia juga mengingatkan kondisi geografi dan topografi pegunungan. "Sehingga untuk menjalankan KA butuh energi yang besar. Sementara itu, wilayah Papua yang bergunung-gunung serta tebing yang cukup berisiko untuk dilalui KA," jelasnya.

Di lain hal, pengadaan lahan untuk tol Trans-Jawa di Jawa Tengah dipastikan selesai pada Agustus. Bahkan, ruas Tol Brebes Timur-Pemalang seksi III dan IV dapat dibuka pada 2017. Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah Lukman Hakim menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi, ruas tol Kanci-Semarang yang membutuhkan lahan 1.378 hektare telah tuntas proses pengukurannya. Adapun untuk proses ganti rugi, sebanyak 43,53% atau sekitar 599 ha telah selesai dengan total nilai Rp1,2 triliun. "Sisanya kami selesaikan dalam waktu dekat karena sudah tercapai kesepakatan antara pemilik dan panitia pembebasan," kata Lukman.

Sementara itu, untuk tol Trans-Jawa Semarang-Mantingan, lanjut Lukman, juga dalam waktu bersamaan akan selesai secara keseluruhan. Dari 450 ha lahan yang berdampak pembangunan itu, lanjut dia, sebanyak 419 ha (94,84%) telah diganti rugi dengan nilai Rp1,3 triliun. Adapun pengerjaan fisik tol Binjai-Medan, Sumatra Utara, telah berjalan sekitar 40% dan pada 2017 diperkirakan siap dilalui kendaraan. "Pembangunannya masih dilakukan. Diharapkan selesai pada 2017," kata Manajer Proyek Pembangunan Tol Binjai-Medan Hestu Budi. Dia menjelaskan, dari 17 kilometer ruas proyek tol, baru 6 kilometer yang selesai, sedangkan sisanya masih dalam pengerjaan termasuk pembangunan tiga jembatan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya