Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN industri kertas, APP-Sinar Mas, menyiapkan dana investasi hingga US$10 juta atau setara Rp130 miliar untuk pembentukan 500 Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di sekitar konsesi perusahaan di Sumatra dan Kalimantan.
"Program DMPA ini mulai dibentuk di lima provinsi di Sumatra dan Kalimantan, antara lain di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur," kata Kepala Divisi Sosial dan Keamanan Sinar Mas Forestry Agung Wiyono di Pekanbaru, Senin (18/7).
Ia menjelaskan program ini merupakan solusi untuk menyelesaikan masalah ekonomi sosial dan lingkungan antara perusahaan dan masyarakat. Sebabnya, tidak bisa dimungkiri terdapat lebih dari 700 desa yang berada di sekitar
maupun di dalam konsesi perusahaan.
Pada tahun ini, manajemen berupaya untuk membentuk 80 DMPA di lima daerah yang ada konsesi hutan tanaman industri. Jumlah paling banyak terdapat di Riau, yakni mencapai 35 DMPA. Kemudian, di Provinsi Sumsel di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin ada 20 DMPA, Jambi 15, dan Kalbar serta Kaltim Timur masing-masing lima DMPA.
"Pemilihan desa yang masuk kriteria DMPA disesuaikan dengan tujuan program ini, yakni desa yang kerap kali menjadi sumber konflik dengan perusahaan, memiliki rekam jejak kebakaran lahan yang tinggi, dan menjadi pusat perambahan serta pembalakan liar," katanya.
Agung mengatakan setiap desa mendapatkan dana sekitar Rp200 juta sampai Rp270 juta atau tergantung permintaan masyarakatnya. Dana tersebut digunakan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, juga sebagai permodalan desa untuk penanaman hortikultura, persawahan, peternakan, budidaya, dan lainnya.
"Tujuan dari DMPA ini secara jangka panjang bisa menyelesaikan masalah tapal batas dengan jelas, mencegah kebakaran lahan, melibatkan masyarakat menjaga kelestarian hutan dan adanya transfer teknologi untuk meningkatkan kehidupan masyarakat setempat," lanjut Agung.
Ia menjelaskan melalui DMPA, masyarakat bisa mendapatkan bantuan teknologi bercocok tanam, hingga kepastian pasar untuk hasil pertanian mereka.
"Hasil panen selalu habis dibeli pegawai kita di pabrik. Ke depannya, kita akan menghitung secara rinci hasil panen dan kebutuhan konsumsi petani dan yang ada di pabrik kita. Kalau ada kelebihan, baru kita cari pasar di luar," ujarnya.
Ketua DMPA Muara Bungkal Baharudin mengatakan program tersebut sangat membantu masyarakat untuk mengembangkan pertanian padi di daerah tersebut. Di Muara Bungkal terdapat 220 hektare persawahan yang kini sebagian sudah mendapat bantuan dana bergulir lewat DMPA.
"Lewat program ini kami dapat bantuan pupuk dan kebutuhan produksi untuk bercocok tanam. Ini sangat membantu karena sebelumnya sulit mendapat pupuk yang harganya sangat mahal," kata Baharudin sembari menambahkan produksi sawah di daerah itu mencapai 2,5 ton gabang kering gilih per hektare. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved