Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRESTA Yogyakarta dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta memburu pelaku penyebaran berita bohong (hoax) mengenai pengamanan rencana demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Asrama Kemasan, Jalan Kusumanegara 14–16 Juli lalu.
Kepala Biro Operasi (KBO) Polda DIY Kombes Bambang Pristiwanto mengatakan, adanya informasi palsu yang beredar di media sosial dan juga disebarkan melalui BC (broadcast message) yang menyatakan pengamanan rencana demo tersebut diwarnai dengan aksi kekerasan telah memicu berbagai reaksi. Sementara dalam pengamanan tersebut sama sekali tidak terjadi tindakan kekerasan dengan korban para mahasiswa.
Menurut Bambang pada pengamanan yang dilakukan di dekat Asrama Mahasiswa Papua Kamasan itu ada sembilan mahasiswa yang diamankan polisi. Langkah itu, lanjutnya, diambil karena mahasiswa itu melakukan pemukulan terhadap seorang perwira polisi.
“Ada satu mahasiswa yang mengakui telah melakukan pemukulan. Sedang delapan lainnya hanya menjadi saksi sehingga kemudian dilepas,” ujarnya.
Pelaku pemukulan tersebut, jelasnya, akan dikenai dengan pasal 351 KUHP tentang Tindakan Melawan Anggota yang sedang melaksanakan tugas. Dan agar sanksi yang dikenakan bisa menjadi shock terapi, direncanakan akan dikenakan pasal secara berlapis.
Rencana aksi demonstrasi mahasiswa Papua di asrama Kemasan jalan Kusumanegara, Yogyakarta minggu lalu menjadi perbincangan banyak pihak. Beredar informasi terjadi tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap para mahasiswa. Sementara aksi demonstrasi dari AMP tersebut tidak pernah mendapatkan izin dari pihak kepolisian.
Sementara Kapolresta Yogyakarta Kombes Polisi Tommy Wibisono menyebut, pihaknya memang tidak mengeluarkan izin untuk aksi demonstrasi oleh AMP. Menurut dia langkah itu diambil dengan mempertimbangkan banyak hal termasuk informasi intelejen.
Ia menambahkan aksi demonstrasi tersebut akan menyuarakan dukungan terhadap aksi separatisme, Papua Merdeka. Hal tersebut menjadi aksi yang selalu dilakukan oleh mahasiswa asal Papua ketika menggelar demonstrasi.
Sebagai aparat negara, Polresta Yogyakarta melakukan upaya antisipasi agar tidak terjadi pengibaran atribut gerakan separatis di Yogyakarta. “NKRI harga mati. Kita tidak mau ada atribut separatis muncul di Indonesia, khususnya di Yogyakarta yang merupakan kota republik,” tandas Tommy. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved