15 Pencuri Ikan dengan Kompresor Siap Diadili

(PT/JL/JH/DY/N-3)
20/7/2016 01:30
15 Pencuri Ikan dengan Kompresor Siap Diadili
(ANTARA FOTO/M N Kanwa)

KEPOLISIAN Resor Lembata, Nusa Tenggara Timur, menyerahkan 15 tersangka bersama alat bukti pencurian ikan kepada Kejaksaan Negeri Lewoleba, Selasa (19/7). Sebanyak 15 tersangka merupakan nelayan asal Bima, Nusa Tenggara Barat, dan akan disidangkan dalam waktu dekat. Mereka ditangkap setelah ketahuan menangkap ikan menggunakan kompresor di wilayah laut Lembata.

Kasatreskim Polres Lembata AK Briston Napitupulu mengatakan 15 tersangka itu dijerat Undang-Undang Perikanan tentang pencurian ikan dengan ancaman hukuman lima tahun. Menurutnya, penangkapan ikan dengan menggunakan kompresor sangat membahayakan pengguna maupun biota laut. “Pemakaian kompresor untuk menangkap ikan sudah dilarang Undang-Undang Perikanan karena mencemari laut,” terang Napitupulu, (19/7)
.
Di Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menyita ratusan bom ikan, dua pucuk senjata rakitan, dan puluhan jeriken berisi sianida dan potasium yang akan digunakan para pemburu untuk membunuh ikan-ikan di wilayah itu. Menurut Kepala BTNK Helmi, aksi pencurian ikan digagalkan karena kepergok petugas. Mereka berhasil melarikan diri, sedangkan barang bukti tidak sempat dibawa.

Para pelaku yang jumlahnya belum diketahui menggunakan delapan perahu motor berukuran GT 4. Enam perahu motor telah dilarikan para pemburu. BTNK pun meminta bantuan Polres Manggarai untuk membantu menangkap para pemburu. Kapolres Manggarai Barat AKB Supiyanto membenarkan kejadian tersebut. “Polisi berhasil menemukan dua perahu motor yang gagal dibawa pemburu. Di dalam perahu motor ditemukan senjata rakitan, ratusan bom ikan, puluhan jeriken berisi potasium, sianida, dan selang alat selam,” ujarnya.
Di Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara, ratusan anak ikan mati mengapung di Danau Toba, tepatnya di objek wisata Lumban Silintong, Kecamatan Balige, Selasa (19/7). Menurut warga, ratusan anak ikan yang disebut ikan perak berbadan kecil itu menimbulkan bau tidak sedap. Kematian massal ikan itu diduga disebabkan masyarakat setempat tidak memperhatikan kebersihan di lingkungan danau. (PT/JL/JH/DY/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya