Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mencukupi kebutuhan pangan di Banten, pemprov setempat menyanggupi penambahan luas lahan tanaman padi untuk tiga bulan ke depan seluas 61.038 hektare (ha) di enam kabupaten dan kota. Penambahan luas lahan tersebut tertuang dalam penandatanganan kesanggupan dari enam kabupaten/kota yang disaksikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Banten Rano Karno di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Selasa (19/7).
Enam kabupaten/kota yang akan bertambah lahan pertaniannya ialah Kabupaten serang dengan luas lahan 16.733 ha, Kabupaten Pandeglang 22.319 ha, Kabupaten Lebak 8.151 ha, Kabupaten Tangerang 9.822 ha, Kota Cilegon 55 ha, dan Kota Serang 3.898 ha. Rano Karno mengatakan saat ini baku luas lahan sawah yang tercatat di Badan Pusat Statistik Provinsi Banten pada 2015 seluas 201.566 ha, terdiri atas lahan sawah irigasi seluas 104.030 ha (51,61%), lahan sawah nonirigasi seluas 97.537 ha (48,39%), dan lahan ladang (huma) seluas 76.660 ha.
“Kondisi sektor pertanian di Banten masih butuh sentuhan untuk perbaikan, baik aspek teknologi maupun aspek peningkatan, pengembangan usaha petani dan kelembagaannya,” kata Rano Karno. Tahun ini, Banten telah menetapkan sasaran produksi padi sebesar 2,3 juta gabah kering giling, jagung 38,489 ton pipilan kering, dan kedelai 12,830 ton, sedangkan capaian produksi berdasarkan angka prediksi I BPS Banten untuk padi sebesar 2,2 juta ton, jagung 12,995 ton, dan kedelai 7,841 ton.
Andi Amran Sulaiman pada kesempatan sama meminta, mulai Juli hingga September, Banten harus fokus pada peningkatan luas tambahan lahan pertanian dan penyerapan gabah petani.
Pada bagian lain, Balitbang Kementerian Pertanian menjanjikan kompensasi kerugian bagi para petani Desa Trayu yang ditunjuk untuk mendukung Hari Pangan Sedunia, dengan melakukan tanam serentak di atas lahan seluas 100 ha. “Pemerintah tidak akan merugikan petani yang sudah memberikan dukungan terhadap program tanam serentak di lahan seluas 100 ha,” tegas Kepala Balitbangtan Muhammad Syakir saat menghadiri tanam serentak secara simbolis di Desa Trayu bersama Wakil Bupati Boyolali M Said di Boyolali, Jawa Tengah kemarin.
Penegasan itu disebabkan petani saat ini sudah memasuki musim tanam padi kedua dan hampir memasuki masa panen. Namun, pemerintah meminta para petani agar menanam ulang untuk menyambut Hari Pangan Sedunia yang akan digelar di Boyolali pada Oktober mendatang. Untuk itu, tanaman padi yang hampir panen tersebut terpaksa dibabat dan ditanami bibit baru.
Pasokan pupuk
Untuk mendukung musim tanam kedua kali ini, perusahaan pupuk menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani. PT Petrokimia Gresik telah menyediakan stok pupuk untuk sembilan gudang penyangga di Nusa Tenggara Timur. Saat ini stok pupuk masih 50% dari kuota pupuk sebanyak 55.190 ton.
Sementara itu, di Klaten, Jawa Tengah, dinas pertanian setempat akan mengajukan tambahan pupuk bersubsidi ke pemprov selama musim tanam. Berdasarkan SK Gubernur Jateng No 63 Tahun 2015, Kabupaten Klaten mendapat alokasi pupuk urea 27.000 ton, SP-36 2.100 ton, ZA 10.460 ton, NPK 13.130 ton, dan pupuk organik 4.840 ton. Rencana pengajuan tambahan pupuk tersebut disebabkan alokasi tahun ini tidak sesuai atau di bawah rencana definitif kebutuhan kelompok petani. (PO/PT/JS/WJ/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved