Jelang Yadnya Kasada, Pengunjung Nekat Dekati Kawah Bromo

Abdus Syukur
19/7/2016 20:33
Jelang Yadnya Kasada, Pengunjung Nekat Dekati Kawah Bromo
(MI/Abdus Syukur)

SEHARI menjelang peringatan Yadnya Kasada, pengunjung dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Gunung Bromo dari dua pintu masuk, di Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan dan Desa Ngadas, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur.

Meski ada larangan agar pengunjung dilarang untuk melebihi dari zona aman 1 km dari kawah Gunung, namun mereka tetap menerobos masuk hingga ke kawah Gunung Bromo yang tengah erupsi.

"Hari ini sudah banyak pengunjung yang datang untuk menyaksikan Kasada yang digelar saat Gunung Bromo erupsi. Sepertinya mereka juga tetap nekat menerobos zona larangan, kata Prayitno, warga Tengger, Selasa (19/7).

Peringatan yadnya Kasada tahun ini rangkaian acara puncaknya dilangsungkan sejak Rabu (20/7) siang dengan Piodalan Pura Luhur Poten Bromo dan dilanjutkan dengan ritual lainnya. Acara puncak Kasada akan diakhiri dengan larung atau lontar sesaji ke kawah Gunung bromo yang akan dilangsungkan pada Kamis (21/7) dini hari.

Ritual peringatan Kasada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lantaran prosesi ritual digelar di tengah Gunung Bromo erupsi yang berada pada level II dengan status waspada. Erupsi Gunung Bromo saat ini ditandai dengan keluarnya asap dari dalam kawah.

Karena ritual Kasada yang bertepatan dengan Gunung Bromo erupsi itu, menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung untuk menyaksikannya. Namun pihak Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS), tetap melarang pengunjung untuk mendekati zona larangan hingga 1 km dari kawah. Yang diperbolehkan melakukan ritual terutama saat lontar sesaji ke kawah
Gunung Bromo, hanyalah pihak adat dari warga Tengger.

"Mustahil melarang orang yang akan berhari raya, melakukan upacara keagamaan. Kami tetap menghormati keyakinan warga setempat dan mempersilahkannya untuk menggelarnya. Tapi untuk wisatawan tetap dilarang masuk dalam zona 1 km patok batas yang sudah dibuat," kata Kepala TNBTS Jhon Kennedie.

Untuk mengamankan pelaksanaan Kasada, telah dilakukan koordinasi antara TNBTS, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) dan tokoh adat Tengger dari Desa Wonokitri Pasuruan dan Desa Ngadas, Probolinggo.

"Disepakati hanya pihak tertentu saja, terutama para tetua adat Tengger yang bisa ke kawah untuk melontarkan sesaji. Untuk mencegah agar wisatawan tidak memeasuki zona larangan, kami akan mengerahkan petugas untuk patroli 24 jam sebelum ritual Kasada dimulai," tandas Jhon. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya