MUDIK ke kampung halaman menyambut Lebaran telah menjadi ritual tahunan bagi masyarakat Indonesia. Dengan berbagai daya upaya, pemerintah pun terus berusaha memetakan masalah kemacetan. Tahun ini arus mudik ataupun arus balik relatif lebih baik jika dibandingkan dengan mudik Lebaran 2014.
Bukan tidak mungkin jika pada mudik Lebaran tahun depan pemerintah bisa menjamin warga bebas dari kemacetan. Selesainya pembangunan Tol Cikopo-Palimanan, program mudik gratis yang digelar pemerintah melalui BUMN ataupun swasta, dan pengaturan lalu lintas yang lebih rapi menjadikan mudik Lebaran 2015 lebih baik.
Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat terhadap keselamatan selama mudik meningkat. Hal itu ditandai angka kecelakaan dan kematian selama mudik menurun tajam jika dibandingkan dengan kejadian kecelakaan tahun lalu. Jumlah pemudik yang memiliki sepeda motor dan memanfaatkan jasa angkut kereta api pun meningkat tajam.
"Kalau tahun lalu itu sepeda motor ada 2.259, sekarang tambahan dua kali lipat sekitar 2.500 sepeda motor," ujar Kepala Ekspedisi Pengiriman Paket Motor Johni Tulong di Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, kemarin. Untuk jalur laut, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby Mamahit mengapresiasi kerja sama yang baik antara operator dan penumpang.
Hal itu menjadi faktor utama yang membuat arus mudik pada tahun ini berjalan lancar. Semakin baiknya persiapan dan pelaksanaan mudik dari tahun ke tahun memunculkan harapan bahwa mudik dapat terlaksana tanpa macet pada tahun depan. "Mudik tanpa macet itu sangat mungkin bila dipersiapkan dengan lebih awal dan lebih baik. Tentunya dengan melibatkan seluruh lintas kementerian dan stakeholder terkait," kata pengamat transportasi Muslich Zainal Asikin saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
Pengaturan libur Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan mudik tanpa macet, seperti pengaturan libur dan manajemen waktu pelaksanaan mudik gratis agar tidak tersentralisasi dalam satu waktu. "Jangan hanya mudik gratis, pengangkutan arus balik gratis juga perlu dilakukan," ujar Muslich.
Dari segi rekayasa lalu lintas, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu mengusulkan sterilisasi jalan di tujuan tertentu, di samping penerapan sistem contraflow. Selain itu, pemerintah harus mempercepat pembangunan tol Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Atas masukan tersebut, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Condro Kirono mengatakan tahun depan pihaknya akan memisahkan kendaraan supaya jangan semua masuk ke Tol Cipali, di samping mempertimbangkan pemberlakuan jalur contraflow.
"Akan tetapi, sumber kemacetan itu bisa dari sistem transaksi di gerbang tol. Ini juga harus diselesaikan pihak terkait," ujarnya saat ditemui Media Indonesia. Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Eddi mengatakan akan memperbaiki sistem penjualan tiket bus secara daring, termasuk memanfaatkan teknologi GPS guna memantau ketertiban armada bus.