Cuaca Buruk Hambat Tugas Tim SAR

LD/BB/YH/MY/PO/WJ/N-2
19/7/2016 04:31
Cuaca Buruk Hambat Tugas Tim SAR
(ANTARA/R. Rekotomo)

GELOMBANG tinggi masih terjadi di sejumlah perairan di Indonesia, kemarin.

Cuaca buruk itu juga menyulitkan pencarian Andi, 35, nelayan asal Pangandaran, Jawa Barat, yang hilang di di Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (17/7).

Kemarin, Tim SAR memfo-kuskan pencarian di lokasi peristiwa.

"Korban hilang setelah perahu yang ia tumpangi dihantam gelombang setinggi 4 meter, saat hendak menda-rat ke Pantai Logending," papar Koordinator Basarnas Pos Cilacap Mulwahyono.

Ia mengungkapkan Tim SAR juga harus berhati-hati saat bekerja, karena gelombang masih tinggi.

Pengamat cuaca BMKG Cilacap Rendi Krisnawan mengakui gelombang tinggi di pesisir selatan bisa mencapai 4 meter di pantai dan 6 meter di tengah samudra.

"Nelayan dan para pengguna jasa kelautan harus waspada," tuturnya.

Di Sukabumi, Jawa Barat, tinggi gelombang mencapai 2-3 meter. Wilayah pantai di daerah itu berpotensi diterjang banjir rob.

"Beberapa waktu lalu, sejumlah bangunan di pantai selatan Sukabumi diterjang banjir rob. Kami mewaspadai ancaman itu, dan meminta warga berhati-hati saat berada di pantai," papar Kepala Plh BPBD Kabupaten Sukabumi Andi Kusnandi.

Ombak setinggi 6 meter juga berpotensi terjadi di pantai barat Sumatra Barat.

"Kecepatan angin mencapai 20-35 knot, sehingga menyebabkan gelombang mencapai ketinggian 3-6 meter. Daerah terpa-par di antaranya perairan Kepulauan Mentawai, Padang, dan Bengkulu," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping, Padang Pariaman, Budiman Samiaji.

Bahaya gelombang tinggi juga membuat sekitar 200 nelayan di Bengkulu berhenti melaut.

Ombak mencapai ketinggian 5 meter dalam dua hari terakhir.

"Gelombang membahayakan kapal nelayan dan kapal penyeberangan menuju Pulau Enggano. Kami tidak berani melaut, dan hanya bisa memperbaiki jaring, dua hari terakhir," ungkap Ujang, 41, nelayan di Kota Bengkulu.

Cuaca buruk juga membuat PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur, kembali menutup pelayaran rute Larantuka-Kupang, Aimere-Kupang, Sabu-Kupang, dan Kupang-Sabu-Waingapu.

Di darat, 32 rumah dan tempat ibadah serta fasilitas lainnya di Kampung Parungbaliung, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diterjang angin kencang.

Sejumlah pohon berukuran besar ikut bertumbangan.

BMKG Boyolali, Jawa Tengah, juga meminta warga di 19 kecamatan untuk mewaspadai potensi tanah longsor dan angin kencang.

Curah hujan tinggi masih akan terus berlangsung sepanjang Juli.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya