Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH petani di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, memprotes program tanam serentak yang dilaksanakan untuk menyambut penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia ke-36.
Penyelenggaraan yang dipusatkan di Boyolali, 16 Oktober itu mengharuskan petani di Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, membabat tanaman padi mereka yang sudah hampir panen.
Program tanam serentak akan dimulai 19 Juli.
"Kami minta ganti rugi karena kami harus membabat padi yang satu bulan lagi sudah bisa dipanen. Kami bersedia mendukung program pemerintah, tapi kami juga tidak ingin merugi," papar Warsito, petani.
Mbah Widi, petani lain mengaku permintaan kompensasi ganti rugi sudah dikirimkan kepada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.
"Tolong, pemerintah juga memikirkan nasib kami."
Para petani mendapat pemberitahuan bahwa program tanam padi serentak di lahan seluas 100 hektare di Desa Trayu, pada saat panen nanti akan dilakukan bersama dengan Presiden Joko Widodo, pada Oktober mendatang.
Untuk kepentingan itu, lahan petani yang ditunjuk diminta untuk dikosongkan pascapanen masa tanam I.
"Sosialisasinya terlambat. Petani sudah telanjur mengolah sawah," lanjut Warsito.
Boyolali dipilih sebagai lokasi Hari Pangan Sedunia ke-36 karena memiliki keanekargaman pangan.
Di Klaten, pemkab terus memacu peningkatan produksi pangan. Salah satu upayanya dengan merangkul Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).
Akhir pekan lalu, Pemkab Klaten dan Batan, sepakat bekerja sama mengembangkan pertanian terpadu berbasis teknologi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
"Kami sepakat melanjutkan proyek pemutakhiran padi varietas rojo lele serta program agro techno park di Desa Sentono yang mencakup pengembangan tanaman padi, kedelai, dan ternak sapi," papar Kepala Batan Djarot Sulistyo Wisnubroto.
Kesepakatan kerja sama ditandatangani Bupati Sri Hartini dan Sekretaris Utama Batan Falconi Margono, disaksikan Kepala Batan Djarot Sulistyo Wisnubroto, Ketua DPRD Agus Riyanto, dan Sekda Klaten Jaka Sawaldi.
Kesepakatan ini akan berlaku hingga lima tahun ke depan.
Sebelumnya, Pemkab Klaten dan Batan juga pernah melakukan kerja sama serupa di bidang pertanian.
Klaten menjadi salah satu daerah yang terbuka untuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pertanian.
"Kami senang bisa ikut memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi
nuklir untuk kesejahteraan masyarakat. Ke depan, kami berharap kerja sama tidak hanya dilakukan di bidang pertanian, tapi juga bidang kesehatan dan pendidikan," tutur Bupati Klaten Sri Hartini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved