Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan Ciamis masih mengalami kenaikan terutama harga bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam, ikan laut dan daging sapi. Bahkan, harga kebutuhan itu masih terus merangkak naik terutama pada cuaca buruk sekarang ini seperti halnya hujan dan gelombang tinggi.
"Kenaikkan harga kebutuhan bahan pokok masih terus terjadi dan beberapa kebutuhan masih ada yang belum mengalami penurunan terutama daging sapi masih dijual seharga Rp120 ribu per kg, bawang merah dan bawang putih Rp40 ribu per kilogram, daging ayam Rp40 ribu per kg, dan beberapa ikan laut pun rata-rata di atas harga Rp35-Rp65 ribu per kg," kata Kepala UPTD Pasar Cikurubuk Augus, Minggu (17/7).
Augus mengatakan harga kebutuhan yang masih melambung tinggi tersebut juga terjadi pada harga ikan laut, karena sejak bulan Ramadan hingga usai Lebaran masih tetap mengalami kenaikan terutama cumi-cumi besar dari Rp83 ribu menjadi Rp85 ribu per kg, udang dogol ukuran kecil dijual Rp63 ribu menjadi Rp65 ribu per kg, sedang Rp78 ribu naik Rp80 ribu per kg, dan ukuran besar Rp88 ribu naik Rp90 ribu per kg.
"Sekarang ini, sebagian nelayan sudah tidak bisa menangkap ikan karena gelombang tinggi telah terjadi sejak kemarin dengan ketinggi 3 meter dan juga banyak ikan mengalami keterlambatan hingga harganya juga tinggi seperti, terasi nasi Rp54 ribu naik menjadi Rp53 ribu per kg, ikan asin japuh dari Rp31 ribu menjadi Rp35 ribu, asin cucut Rp41 ribu naik Rp45 ribu per kg, dan kerupuk udang dari Rp29 ribu menjadi Rp33 ribu per kg," ujarnya.
Selain itu, Augus mengatakan kelangkaan ikan laut di beberapa pasar tradisional di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Garut dan Banjar dipastikan harga ikan mengalami kenaikan dan kebutuhan masyarakat yang biasa mengkonsumsinya juga akan semakin menurun.
"Mudah-mudahan nelayan bisa kembali melaut dan juga kondisi cuaca bisa normal kembali agar pendapatan ikan terus melimpah dan harganya juga bisa kembali normal," harapnya.
Sementara itu, nelayan asal Sindangkerta, Cipatujah, Gunawan, 44, mengatakan, untuk sekarang ini banyak nelayan Cipatujah dan beberapa nelayan lainnya sepanjang pantai selatan seperti halnya, Pangandaran, Garut, Cilacap, Sukabumi dan nelayan lainnya sudah empat hari tidak melakukan penangkapan ikan di tengah laut. Karena kondisi cuaca buruk terutama gelombang air laut telah mencapai 3 meter.
"Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, ratusan nelayan Pantai Cipatujah sudah empat hari tidak bisa menangkap ikan karena kondisi cuaca buruk dan penangkapan ikan sejak bulan ramadan juga mengalami kekurangan. Bahkan para pedagang yang berada di Pantai Cipatujah juga sulit untuk mengirimkan beberapa ikan ke beberapa pasar tradisional di wilayah Tasikmalaya, Ciamis dan lainnya, karena sulit mendapatkan ikan tersebut di kala gelombang tinggi," paparnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved