Raung Diduga Berubah Fisik

KH/FL/BR/N-4
24/7/2015 00:00
Raung Diduga Berubah Fisik
(ANTARA/BUDI CANDRA SETYA)
AKTIVITAS Gunung Raung diduga menyebabkan perubahan fisik gunung yang berlokasi di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember, Jawa Timur.

Petugas pengamat Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Burhan Alethea mengatakan, pihaknya akan mendatangkan tim dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi Bandung untuk memastikan terjadinya perubahan fisik gunung.

"Tim itu yang berkompeten untuk memastikan perubahan fisik gunung termasuk dugaan adanya rekahan yang sering menyeruak cahaya api di titik yang teramati," kata Burhan, kemarin.

Aktivitas Raung hingga kemarin selain menyemburkan asap vulkanis dari puncak gunung, muncul juga semburan asap vulkanis dari lereng.

Akibat erupsi, bandara Blimbingsari masih ditutup.

Meningkatnya aktivitas Gunung Raung membuat sejumlah investor melakukan penjadwalan ulang seluruh kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi.

"Banyak investor yang siap berinvestasi dan tinggal tandatangan tapi akhirnya batal," kata Bupati Banyuwangi, Azwar Anas ditemui usai Halal Bi Halal di Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya, kemarin.

Secara umum, menurut Azwar Anas tidak ada kerugian secara finansial.

"Kerugiannya banyak investor membatalkan kerja sama yang sudah disusun," tambahnya.

Pihaknya akan menjadwal ulang penandatanganan kerja sama sampai bandara Blimbingsari beroperasi.

"Kapan jadwal ulangnya, kami tidak tahu. Kami menunggu sampai kondisi normal," kata Anas.

Sedangkan di Ternate, Maluku, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geologi setempat mengeluarkan imbauan untuk warga yang berada di kaki Gunung Gamalama untuk mewaspadai banjir lahar dingin.

BMKG Ternate memprediksi dalam satu pekan mendatang berpotensi curah hujan cukup lebat di puncak Gamalama.

"Hujan lebat dapat menggugurkan material vulkanik yang saat ini menumpuk di puncak gunung," kata Fahmi Bachdar, prakirawan BMKG Ternate.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam zona merah rawan bencana Gamalama yakni Kelurahan Tubo dan Dufa Dufa, Kecamatan Ternate Utara.

Wilayah tersebut dilewati Kali Tugurara. Kemudian Kelurahan Loto dan Togofo di Kecamatan Pulau Ternate, yang dilalui Kali Bandinga.

Banjir lahar dingin pernah terjadi pada 2011 dan memakan korban jiwa 9 orang warga Kelurahan Tubo dan puluhan rumah hancur.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya